“Bank sampah menerapkan sistem ekonomi sirkuler. Jadi warga tidak hanya menabung sampah, tetapi sampah itu kita olah kembali agar memiliki nilai ekonomis. Di situlah terjadi proses pemberdayaan bagi para nasabah,” jelasnya.
Yusi menambahkan, Bank Sammi tengah memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai pihak untuk membantu pemasaran produk hasil daur ulang, termasuk menggandeng lembaga dan platform digital. “Ke depan, produk daur ulang ini akan dikaitkan dengan e-commerce agar bisa dipasarkan lebih luas,” pungkasnya.(bam/d)




