SUKABUMI – Aspirasi penggabungan empat kecamatan di wilayah timur Kabupaten Sukabumi—Sukaraja, Sukalarang, Kebonpedes, dan Cireunghas (Susukecir)—ke dalam wilayah administrasi Kota Sukabumi kembali mencuat. Sejumlah tokoh masyarakat yang tergabung dalam Tim Koordinator Kepemudaan dan Organisasi Kemasyarakatan Susukecir mendatangi Balai Kota Sukabumi, Senin (30/6), untuk menyuarakan keinginan tersebut.
Ketua Koordinator, Budi Adinata, menyatakan bahwa perjuangan agar Susukecir bergabung ke Kota Sukabumi telah berlangsung lebih dari dua dekade. “Sudah 20 tahun lebih kami memperjuangkan ini. Secara geografis dan aktivitas masyarakat, Susukecir lebih dekat dan terintegrasi dengan Kota Sukabumi,” ujarnya.
Menurut Budi, warga kerap kesulitan mengurus administrasi ke Palabuhanratu, sementara akses pendidikan, ekonomi, dan layanan publik lebih banyak bergantung pada Kota Sukabumi. Ia juga menyinggung sejarah administratif wilayah Susukecir yang dahulu masuk dalam Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi.
“Apalagi Pak KDM (Gubernur Jabar Dedi Mulyadi) juga lebih mendorong penggabungan wilayah daripada pemekaran,” tambahnya.
Budi mengakui bahwa perjuangan ini menghadapi tantangan, terutama karena Pemerintah Kabupaten Sukabumi lebih fokus pada wacana pemekaran wilayah. “Kami sudah audiensi dengan Pemkab, tapi mereka tetap mendorong pemekaran. Padahal masyarakat lebih memilih bergabung ke kota,” tegasnya.
Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menyambut baik aspirasi tersebut. Ia menyatakan bahwa pihaknya telah berdiskusi dengan Gubernur Jabar, Komisi I DPRD Provinsi, dan Komisi II DPR RI terkait batas wilayah dan kemungkinan penggabungan.
“Para tokoh dari Susukecir datang untuk menanyakan keseriusan soal tata batas. Ini sudah kami komunikasikan dengan berbagai pihak,” singkat Ayep.(bam/d)






