RADARSUKABUMI.com – CIKOLE– Rotasi pejabat yang dilakukan pemerintah Kota Sukabumi menuai pro dan kontra dikalangan masyarakat. Tidak sedikit, hujan kritikan pun berdatangan, salah satunya dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sukabumi.
Mereka meminta Pemerintah Kota Sukabumi untuk lebih profesional dalam menentukan arah kebijakannya. “Rotasi dan mutasi bisa dilakukan apabila masa kepemimpinannya sudah melewati dari enam bulan.
Sedangkan kepemimpinannya baru 103 hari, walaupun kita ketahui rotasi dan mutasi itu diajukan oleh PJ Wali Kota Sukabumi, Dady Iskandar tetapi tetap saja, hal itu harus ada surat rekomendasi dari Gubernur Jawa Barat dan Mendagri,” kata
Sekretaris Jenderal GMNI Sukabumi, Dasep Indra Witarsa dalam aksinya, kemarin (13/12).
Sementara itu, menanggapi aspirasi yang disampaikan para mahasiswa tersebut, Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi menyambut baik aksi-aksi yang dilakukan oleh mahasiswa. Menurut dia, hal itu merupakan hak dan merupakan kepedulian terhadap Kota Sukabumi.
“Bagus saya terima, dengan demikian kegiatan pemerintah daerah termonitor, apakah itu yang berhubungan dengan seratus hari kerja atau berhubungan dengan yang lainnya,” kata Fahmi.
(upi)





