Dagus menambahkan, jika dibandingkan dengan tahun lalu, jumlah Calhaj yang gagal berangkat dinilai menurun. Sebab pada tahun lalu jumlah Calhaj yang menunda sebanyak delapan orang yang menunda keberangkatan. “Katanya tahun lalu semua yang menunda beralasan ada kepentingan keluarga dan lainnya,” terangnya.
Selain itu, ia menjelaskan pembinaan atau manasik haji ditahun ini masih menggunakan metode seperti di tahun-tahun sebelumnya. yakni dengan cara mengumpulkan semua Calhaj. Padahal saat ini ada empat metode yang dianjurkan oleh Kemenag Pusat dalam menggelar manasik haji.
“Ada metode Bimbingan Belajar (Bimbel) yang lebih private, tidak dikumpulkan di satu tempat seperti sekarang ini. Tapi dibuat kelompok- kelompok kecil sebanyak sepuluh orang perkelompok yang dilaksanakan manasiknya disetiap KUA masing-masing,” terang dia.
Lanjut Dagus, di tahun depan pihaknya akan melaksanakan manasik haji sesuai metode yang dianjurkan. Karena saat ini alat yang dimilki kemenag kota sukabumi kurang mendukung. “Karena metode 80 persen praktek, kalau sekarang kebanyakan materi,”pungkanya
(cr17/t)



