Triwulan Pertama, Pengaduan Cerai di Kota Sukabumi Mencapai 228 Kasus

  • Whatsapp
Pengadilan Agama (PA) Kota Sukabumi

SUKABUMI — Sepanjang tahun ini, Pengadilan Agama (PA) Kota Sukabumi mencatat terdapat 228 pengaduan cerai talak dan cerai gugat. Dari semua pengaduan ini, hanya 181 perkara yang sudah diputus dan sisanya masih dalam proses.

Panitera Muda Gugatan PA Kota Sukabumi, Asep Husni menjelaskan, dari jumlah total pengaduan rinciannya 41 cerai talak dan 150 cerai gugat.

Bacaan Lainnya

“Jika melihat dari data yang ada saat ini, cerai gugar masih mendominasi kasus penceraian di Kota Sukabumi saat ini,” jelas Husni kepada Radar Sukabumi, (17/3).

Pada umumnya, perceraian terjadi akibat masalah perselisihan atau pertengkaran yang tidak henti dan faktor ekonomi. Sebelum PA Kota Sukabumi mengabulkan gugatan cerai dalam persidangan, terlebih dahulu dilakukan proses mediasi antara penggugat dan tergugat.

Hal ini, selain untuk menyatukan kembali, juga mengkonfirmasi alasan yang menjadi penyebab masuknya gugatan.

“Kami sudah mengupayakan semua kasus agar bisa diselesaikan dengan damai, tetapi ada beberapa kasus yang tetap bersikeras untuk pisah,” paparnya.

Menurutnya, bagi pasangan yang tetap bersikeras cerai dan ingin menjalani sidang, maka mereka harus mengupayakan berbagai bukti yang kuat. Semisal, istri menggugat suami karena selingkuh. Dengan demikian, istri harus menyertakan bukti.

“Alasan-alasan yang tertulis dalam gugatan, harus bisa dibuktikan,” ucapnya.

PA Kota Sukabumi, akan terus berupaya menekan tingginya angka perceraian yang terjadi. Seperti melakukan mediasi dengan pasangan suami istri (Pasutri) tersebut, sebelum kasus perceraiannya diputuskan di Pengadilan.

“Kami berupaya melakukan mediasi terhadap dua belah pihak agar tidak terjadi penceraian. Namun, ketika kedua belah pihak sudah tidak mengindahkannya baru dilakukan persidangan,” pungkasnya. (bam/t)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *