Terapkan Deteksi Dini, Lapas Sukabumi Rampas Barang Terlarang

  • Whatsapp
Lapas Kelas IIB Sukabumii
Petugas Lapas Kelas IIB Sukabumi saat melakukan pemeriksaat dan penggeledahan setiap kamar hunian

SUKABUMI — Guna mendeteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban (Kamtib) di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sukabumi, kembali melakukan razia barang terlarang disetiap kamar hunian para nara pidana (Napi).

Razia ini, dipimpin langsung Kepala Lapas Kelas IIB Sukabumi Christo Victor Nixon Toar dengan didampingi Ka KPLP dan Kasi Minkamtib, Kasubsi Peltatib, Staf KPLP, Regu Pengamanan Alpha, Kaur Kepegawaian dan Keuangan melakukan sidak dibeberapa blok kamar hunian yakni, di Blok A kamar 8 dan Blok C kamar 3.

Bacaan Lainnya

“Giat kali ini dilaksanakan pada pukul 23.30 WIB sampai dengan pukul 00.28 WIB dan kegiatan ini bersifat mendadak dan rahasia,” ungkap Kepala Lapas Kelas IIB Sukabumi Christo Victor Nixon Toar kepada Radar Sukabumi, Minggu (18/7).

Kendati demikian, lanjut Christo petugas tetap mengedepankan norma kemanusiaan dan sopan santun terhadap warga binaan sehingga berjalan dengan aman, lancar dan tertib.

“Ya, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka deteksi dini gangguan Kamtib di lingkungan Lapas dan sebuah wujud nyata komitmen kita terhadap Zero Halinar,” ujarnya.

Hasil razia kali ini, sambung Christo, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang terlarang diantaranya, satu musik box, satu mesin aquarium, satu gunting, satu pisau cutter, satu sendok stainles, satu gelas kaca, satu obeng kecil dan satu kaca cermin.

“Setiap pelaksanaan giat sidak kamar hunian jumlah pelanggaran barang terlarang saat ini semakin menurun, ini semua berkat kerjasama dan kerja keras serta kuatnya integritas kami sebagai petugas pemasyarakatan yang berkualitas, dengan ini kami harus terus meningkatkan pelayanan bagi warga binaan,” paparnya.

Christo menambahkan, kegiatan tersebut dilaksanakan dengan tetap memperhatikan dan menerapkan protokol kesehatan sebagai upaya meminimalisir dan mengurangi penyebaran virus Covid-19.

“Kami harap, dengan berbagai upaya yang dilakukan bisa meminimalisir adanya barang terlarang masuk di kamar hunian para napi,” pungkasnya. (bam/t)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *