Tebing Nyaris Ambruk, Warga Subangjaya Gelisah

  • Whatsapp
Kelurahan Subangjaya
eorang Warga menunjukan kondisi TPT yang rusak diKampung Jogray RT 003 RW 005 Kelurahan Subangjaya Kecamatan Cikole,Rabu (27/10).

CIKOLE– Tembok Penahan Tanah (TPT) setinggi 18 meter yang berada di Kampung Jogray RT 003 RW 005 Kelurahan Subangjaya Kecamatan Cikole sangat meresahkan warga. Soalnya, kondisi TPT itu saat sudah hancur, dikhawatirkan terjadi longsor.

“Iya kami takut terjadi longsor, apalagi saat ini musim hujan,” ujar Salah satu warga Subang Jaya, Endang kepada Radar Sukabumi, Rabu (27/10).

Bacaan Lainnya

Padahal kata Endang pembuatan TPT tersebut baru saja selesai dikerjakan. Tapi kelihatannya, pekerjaannya itu kurang bagus. “Bagian bawah pas irigasi sudah pada hancur, dan retak. Saat hujan pun saya merasakan getarannya, kayanya yang mau roboh,” ungkapnya.

Dikatakan Endang saat ini warga tidak bisa berbuat apa-apa. Karena memang kekuatan warga untuk memperbaiki TPT itu sangat sulit.

“Itu harus diperbaiki kembali, kalau hancur nanti rumah saya takut terbawa longsor. Belum lagi jalan itu merupakan penghubung akses ke kota, bisa bisa akses terputus,” jelasnya.

Dirinya berharap pembuatan TPT itu jangan dibuat asal-asalan, apalagi pembuatan TPT itu pasti menggunakan alokasi anggaran yang cukup besar. “Pembangunan yang maksimal meski satu tahap beberapa segmen gak apa-apa. Bila perlu paku bumi, kita ingin bagus dan kuat,” jelasnya.

Selain itu kata Endang pihaknya ingin dibuatkan penghalang di pinggir jalan tersebut. Mengantisipasi agar tidak ada warga yang terperosok, apalagi itu sangat tinggi sekali.

“Kalau malam hari, disitu tidak ada penerangan, bisa saja orang yang lewat terjun ke bawah tebing,” pungkasnya. Dikatakan Endang Warga berharap pemerintah bisa lebih sigap mengantisipasi hal -hal yang tidak di inginkan terjadi. (bal)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *