KOTA SUKABUMI

Soal Program Pendidikan di Barak Militer, Pemkot Sukabumi Masih Nunggu Arahan

×

Soal Program Pendidikan di Barak Militer, Pemkot Sukabumi Masih Nunggu Arahan

Sebarkan artikel ini
Barak Militer Dedi Mulyadi

SUKABUMI — Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, hingga saat ini masih menunggu arahan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) soal program pendidikan kedisiplinan dan pembentukan karakter bagi siswa bermasalah yang akan dilaksanakan di barak militer.

Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki menyatakan, program tersebut merupakan kebijakan pemerintah provinsi, sehingga Pemkot Sukabumi akan mengikuti setiap arahan yang diberikan. “Kami masih menunggu petunjuk dari provinsi karena ini merupakan kebijakan provinsi. Kami akan mengikuti arahan dari Pemprov Jabar,” kata Ayep kepada Radar Sukabumi, Kamis (15/5).

Bank bjb Tandamata

Kendati demikian, Pemkot Sukabumi menyatakan kesiapan untuk segera mengimplementasikan program tersebut, yang selaras dengan instruksi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. “Program ini bertujuan untuk menerapkan pendekatan lebih tegas dalam pembinaan siswa yang memiliki permasalahan kedisiplinan,” paparnya.

Sebelumnya, Kepala Disdikbud Kota Sukabumi, Punjul Saepul Hayat menjelaskan, Disdik telah melakukan koordinasi dengan sejumlah pemangku kepentingan terkait, termasuk Kodim 0607 dan Kementerian Agama. “Secara teknis, ini sudah dibicarakan dengan pihak terkait dan kami siap untuk melaksanakannya,” jelasnya.

Terkait pendanaan, Punjul menyebutkan bahwa anggaran pelaksanaan program ini akan berasal dari berbagai lembaga yang telah menyatakan komitmen dukungannya. “Sementara ini, anggarannya sudah disepakati akan bersumber dari berbagai pihak seperti BJB, Baznas, dan Pemkot Sukabumi. Semua pihak sudah saling melengkapi,” tambahnya.

Program pendidikan karakter yang melibatkan TNI ini, akan menjadi penguatan dari upaya yang selama ini telah dilakukan di Kota Sukabumi. Sebelumnya, pelajar bermasalah dititipkan ke Pondok Pesantren Dzikir Al-Fath untuk pembinaan karakter. Punjul menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor dalam pembinaan pelajar bukanlah hal baru di Kota Sukabumi. “Kami sudah memiliki MoU yang komprehensif dengan Baznas, Polres, BJB, Kodim 0607, KCD Wilayah V, dan berbagai elemen lainnya untuk mewujudkan pendidikan yang aman dan kondusif di Kota Sukabumi,” ungkapnya.

Ia menambahkan, program baru ini akan dielaborasikan dengan berbagai inisiatif yang telah berjalan di kota tersebut. “Nantinya, ide dari Pak Gubernur akan kami sinergikan dengan program yang sudah ada di Kota Sukabumi,” pungkasnya. (Bam)