KOTA SUKABUMI

Soal Kenaikan Harga Sembako Polisi Waspadai Jalur Distribusi

×

Soal Kenaikan Harga Sembako Polisi Waspadai Jalur Distribusi

Sebarkan artikel ini

CIKOLE – Satgas Pangan Polres Sukabumi Kota mulai terjun melakukan pengawasan terhadap kenaikan harga pada sejumlah komoditas di pasar tradisional setempat, Selasa (12/12).

Tindak pengawasan tersebut lebih difokuskan pada jalur pendistribusian komoditas yang masuk ke dalam sembilan bahan pokok (Sembako).

Bank bjb Tandamata

Berdasarkan pantauan Radar Sukabumi, lokasi pertama yang menjadi target pengawasan Satgas Pangan adalah Pasar Gudang.

Di pusat perbelanjaan tradisional yang berlokasi di sekitar kawasan Jalan Stasiun Timur tersebut, pengawasan yang dipimpin langsung Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purno tersebut dilakukan melalui metode penyisiran di setiap kios, terutama di kawasan pedagang komoditas sayuran dan daging.

Kedua komoditas tersebut sejak satu pekan terakhir ini mengalami kenaikan harga. Untuk jenis sayuran, lonjakan harga per kilogram antara Rp2.000 sampai dengan Rp5.000.

Sementara kenaikan harga daging ayam berada pada kisaran Rp4.000 untuk satu kilogram. Semula seharga Rp30.000/Kg menjadi Rp35.000/Kg.

Menurut Susatyo Purnomo tindak pengawasan yang juga melibatkan petugas dari Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perdagangan, Bulog dan intansi lainnya itu tidak sepenuhnya ditujukan pada permasalahan besaran kenaikan harga setiap komoditas.

Terlebih lagi dari hasil pantauannya, lonjakan harga yang melanda sejumlah komoditas di pasar tradisonal Kota Sukabumi, masih berada pada tataran normal.

“Kenaikan harga ini masih sangat nomral, sebab dipicu oleh faktor kondisi cuaca beberapa bulan terakhir ini yang berdampak terjadinya penurunan pasokan, terutama untuk komoditas jenis sayuran,” ungkap Susatyo kepada wartawan disela-sela kegiatan pengawasan.

Dikatakannya terdapat hal penting lainnya yang menjadi target pada pengawasan kali ini. Yakni soal jalur distribusi sembako atau bahan strategis lainnya.

Lintasan keluar-masuknya bahan utama kebutuhan masyarakat tersebut akan diawasi secara ketat oleh satgas pangan.

Sebab di titik mata rantai inilah yang rentan memicu terjadinya kenaikan harga kebutuhan masyarakat.

Apalagi saat ini menjelang perayaan Natal serta pergantian tahun 2017-2018.

Hal tersebut sesuai perintah dari Kapolri yang bekerjasama dengan Kementrian Perdagangan, Pertanian dan stakeholder lainnya, termasuk arahan dari Kapolda Jawa Barat agar melakukan pengawasan harga-harga kebutuhan pokok di masyarakat menjelang perayaan hari besar dan penghujung tahun.

“Semua proses pendistribusian barang mulai dari tingkat pemasok, di tahap penyimpanan barang hingga diedarkan ke tingkat pedagang akan diawasi. Jika tiba-tiba saja terjadi kenaikan harga dengan lonjakan nilainyan yang signifikan, maka kami akan langsung melaksanakan penyelidikan untuk mengurai pemicu terjadinya kenaikan harga,” tegas Susatyo.

Iwan, salah seorang pedagang sayuran di Pasar Gudang mengaku ada beberapa faktor yang menyebab komoditas sayuran mengalami kenaikan harga.

Selain minimnya pasokan akibat cuaca buruk, penyebab lainnya adalah tingginya permintaan masyarakat karena adanya rangkaian perayaan hari besar, terutama sejak perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW hingga Natal nanti.

“Terutama pada saat momen maulid nabi, permintaan masyarakat terhadap beberapa jenis sayuran mengalami peningkatan,” jelas Iwan. (ton)