SUKABUMI— Berdasarkan data dari Badan Pusat Satistik (BPS) Kota Sukabumi mengalami deflasi pada bulan September lalu sebesar 0,30 persen. Kondisi itu terjadi lantaran dipicu berbagai keadaan, diantaranya penurunan harga beberapa komoditas dari kelompok bahan makanan dan kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan.
“Dari tujuh kelompok pengeluaran, Deflasi terjadi pada kelompok bahan makanan sebesar 1,97 persen, dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,01 persen,”ujar Kabag Perekonomian, Pembangunan dan Kerjasama Daerah Setda Kota Sukabumi Rahmat Sukandar, kemarin (10/10).
Ia menambahkan, adapun untuk nilai inflasi terjadi pada kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,42 persen, diikuti kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,34 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,21 persen, kelompok sandang sebesar 0,14 persen dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,08 persen.
Rahmat menjelaskan, fluktuasi angka inflasi yang dialami Kota Sukabumi selama dua belas bulan terakhir dari September 2017 sampai dengan September 2018. Dimana laju inflasi tahun ke tahun (year on year) September 2018 terhadap September 2017 sebesar 2,82 persen.
Selama kurun waktu tersebut terjadi tiga kali deflasi, yaitu deflasi di bulan September 2017 sebesar 0,02 persen, bulan Agustus 2018 sebesar 0,10 persen dan bulan September 2018 sebesar 0,30 persen. “Sementara sembilan bulan lainnya mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi pada bulan Januari 2018, yaitu sebesar 0,79 persen, dan inflasi terendah terjadi pada bulan April 2018, yaitu sebesar 0,03 persen,”terangnya.
Rahmay mengaku, dari tujuh kota pantauan IHK di Jawa Barat September 2018, seluruhnya mengalami deflasi yaitu Kota Bogor sebesar 0,26 persen, Kota Sukabumi sebesar 0,30 persen, Kota Bandung sebesar 0,24 persen, Kota Cirebon sebesar 0,27 persen, Kota Bekasi sebesar 0,07 persen, Kota Depok sebesar 0,14 persen, dan Kota Tasikmalaya sebesar 0,27 persen. “Tujuh kota yang dipantau oleh Jawa Barat semuanya mengalami deflasi,”aku dia.
Secara umum lanjut Rahmat, komoditas yang menyumbangkan andil inflasi/deflasi di bulan September 2018 Tercatat sebanyak 109 barang/jasa dalam paket komoditas Kota Sukabumi yang mengalami perubahan harga di bulan September 2018, dimana sebanyak 69 barang/jasa mengalami kenaikan harga dan 40 lainnya mengalami penurunan harga.
(bal/d)



