KOTA SUKABUMI

Rumah Ketua RW di Cibeureum Sukabumi Dijadikan Loket PBB

×

Rumah Ketua RW di Cibeureum Sukabumi Dijadikan Loket PBB

Sebarkan artikel ini
DIWAWANCARA: Sekretaris Kecamatan Cibeureum, Linda Damayanti saat diwawancara di ruang kerjanya, belum lama ini.

SUKABUMI — Guna mendorong realisasi Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB–P2) sesuai target, Pemerintah Kecamatan Cibeureum, meluncurkan berbagai inovasi yang menyentuh langsung kepada masyarakat. Salah satu strategi unik dan mendekatkan pelayanan adalah membuka loket pembayaran PBB–P2 di rumah Ketua RW.

Kebijakan ini, disambut positif masyarakat karena memberikan kemudahan akses pembayaran tanpa harus datang ke kantor kelurahan atau kecamatan.

Bank bjb Tandamata

Sekretaris Kecamatan Cibeureum, Linda Damayanti menjelaskan, pendekatan ini bukan hanya memudahkan, tetapi juga menjadi bentuk kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam meningkatkan kesadaran pajak.

“Kami ingin warga merasa terbantu. Maka dari itu, kami siapkan loket di rumah Ketua RW, didampingi juga edukasi dan pendampingan dari pihak kelurahan agar masyarakat makin sadar pentingnya membayar PBB,” jelas Linda kepada wartawan, belum lama ini.

Selain membuka loket pembayaran, pihak kecamatan juga aktif memberikan pendampingan kepada kelurahan dan edukasi langsung kepada warga. “Tujuannya, mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah melalui pajak,” ujarnya.

Kebijakan terbaru dari Pemerintah Kota Sukabumi, yakni penghapusan denda tunggakan PBB–P2, turut memberi dampak besar. Warga yang sebelumnya enggan membayar karena beban denda kini mulai menyelesaikan tunggakan mereka. “Kebijakan ini sangat diapresiasi masyarakat. Ada warga yang menunggak 2 sampai 5 tahun, akhirnya membayar sekaligus karena dendanya dihapus. Ini sangat membantu mereka,” tuturnya.

Meski demikian, tantangan masih ada. Hingga akhir Mei 2025, realisasi PBB–P2 di Kecamatan Cibeureum baru mencapai 19,62 persen. “Capaian ini berasal dari total 17.021 lembar SPPT, dengan rincian: Kelurahan Cibeureum Hilir mencapai 20,73 persen, Kelurahan Babakan sebesar 20,75 persen, Kelurahan Sindang Palay 21 persen, dan Kelurahan Limusnunggal baru mencapai 16,62 persen,” imbuhnya.

Linda menyebutkan, pihaknya akan segera mengadakan rapat koordinasi bersama kelurahan untuk merumuskan langkah-langkah strategis berikutnya. “Kami optimis bisa meningkatkan realisasi dengan pendekatan yang lebih humanis dan inovatif. Dukungan masyarakat sangat penting dalam hal ini,” pungkasnya. (Bam)