Tidak hanya itu, pengajar Bahasa Sunda yang ada di sekolah dinilai dipaksakan. Menurut dia, dari hasil di lapangan, kebanyakan guru pengajar Bahasa Sunda tidak linier dengan jurusannya. Sehingga bahan yang diajarkan tidak menyeluruh, bahkan terpotong sebagaian.
“Banyak yang tidak linier dengan jurusannya. Ada guru jurusan Bahasa Indonesia tetapi sertifikasi di sekolahnya dari Bahasa Sunda. Tentunya ini tidak efektif dan akan berpengaruh kepada bahan ajarnya,” aku Caca.
Padahal, jika pemerintah berminat, bisa bekerjasama dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) untuk penyediaan guru Bahasa Sunda.
“Disana banyak lulusan yan kopenten pada bahasa sunda,” pungkasnya.
(why)





