KOTA SUKABUMI

Ratusan Kepsek Bahas Pertarungan Gladiator

×

Ratusan Kepsek Bahas Pertarungan Gladiator

Sebarkan artikel ini

LEMBURSITU— Pemkot Sukabumi mengumpulkan ratusan kepala sekolah tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P&K) setempat.

Langkah ini ditujukan untuk menekan angka kenakalan pelajar yang akhir-akhir ini marak terjadi di media sosial, seperti pertarungan ala gladiator.

Bank bjb Tandamata

Menurut Wakil Walikota Sukabumi Achmad Fahmi sekecil apa pun perilaku anak di sekolah, tetap harus berada di bawah pantauan sekolah.

Pengawasan tersebut untuk menekan adanya kenakalan pelajar seperti bullying, merokok, narkoba, pornografi atau seks bebas, dan tawuran.

“Intinya dalam kegiatan pertemuan dengan ratusan kepala sekolah tingkat SD dan SMP ini ditekankan agar pihak sekolah harus memperhatikan anak-anak didiknya,” tegasnya Fahmi, kemarin (26/10).

Sejumlah perilaku negatif tersebut, lanjut dia, harus secara intensif dipantau oleh kepala sekolah dan para guru di sekolah. Selain kedua unsur pendidik tersebut, peran orangtua dan lingkungan juga turut mempengaruhi munculnya kenakalan pelajar.

Oleh karena itu kedepannya peran sekolah dan orangtua serta masyarakat harus dioptimalkan terutama dalam menjalin komunikasi dengan anak-anak.

Terlebih lagi perkembangan teknologi yang cukup pesat harus bisa diantisipasi oleh para guru di sekolah. Pasalnya kalangan anak-anak sekarang sudah lebih cepat mengetahui informasi melalui sarana handphone.

Ditegaskan kembali oleh Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Pendas) Dinas P&K Kota Sukabumi Dikdik Kristiana, pertemuan para kepala sekolah tingkat SD dan SMP tersebut merupakan ajang sarasehan untuk penanggulangan kenakalan remaja dan penyimpangan perilaku siswa.

“Memang dilatarbelakangi viral video mengenai gladiator,” imbuh dia. Diakui Dikdik, setelah video gladator itu menjadi viral di tengah masyarakat, kelembagaannya langsung menjalin koordinasi dengan aparat kepolisian dan lembaga DPRD.

Salah satu hasilnya lanjut dia yakni mengumpulkan kepala sekolah untuk memberikan pembinaan mengenai antisipasi kenakalan pelajar di sekolah. Dikatakannya jumlah kepala sekolah SD dan SMP baik negeri dan swasta di Kota Sukabumi saat ini sebanyak 164 orang.

Pertemuan ini, kata Dikdik, sangat penting untuk menjalin dan meningkatkan sinergitas antara sekolah, orangtua dan masyarakat.

“Kepala daerah telah meminta efektifkan intrakurikuler dan ekstrakurikuler di lingkungan sekolah. Tujuannya agar tidak ada jam sekolah yang kosong, bahkan harus dioptimalkan melalui kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.

Disamping itu juga perlu pemberdayaan pembina siswa dengan melakukan kerjasama dengan guru bimbingan kesiswaan (BK),” ujarnya  Sementara itu Kasatbimas Polres Sukabumi Kota AKP Edi Priyono menyebut tren tawuran di Kota Sukabumi sejak tahun 2015 hingga 2017 menurun drastis.

Hal tersebut salah satu indikasinya dipengaruhi oleh sistem pelajaran full day. “Sejak anak belajar sampai sore, tawuran itu menurun. Ini juga engga lepas dari peran kapolres yang terus melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah,” tutupnya. (cr11/t)