Menurut Ade, langkah ini merupakan investasi jangka panjang dalam menciptakan budaya tertib berlalu lintas. “Harapannya, setelah dewasa nanti mereka bisa menjadi pelopor keselamatan, teladan, dan mampu mengingatkan lingkungan sekitarnya,” paparnya.
Guru pendamping menyambut positif kegiatan ini karena dinilai efektif memberikan edukasi dengan cara menyenangkan. Dengan program ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya keselamatan lalu lintas tumbuh sejak dini dan menjadi budaya yang melekat hingga dewasa.(bam/d)






