“Sasaran pengembangan UMKM juga diutamakan dapat memberikan nilai tambah, di sektor agribisnis yang berorientasi ekspor,”ulasnya.
Hal itu, dapat meningkatkan jumlah wirausaha serta mengurangi ketergantungan impor komiditi non migas. Selain itu, juga bisa meningkatkan akses keuangan dan inovasi produk serta penyerapan tenaga kerja.
“Sasaran ini, dilaksanakan melalui program seminar atau coaching, succes story, pameran, akses pembiayaan dan perluasan pasar,” tuturnya.
Sementara itu, salah satu perintis usaha nasi liwet instan, Mario Devys berharap, melalui penyelenggaraan kegiatan ini dapat mendorong pengembangan UMKM, meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta pertumbuhan ekonomi di Sukabumi.
“Saya harap, dengan adanya dukungan dari BI bisa mendorong para pelaku UMKM baik dalam peminjaman modal maupun yang lainnya,” harapnya. (Cr16/d)





