“Kasus stunting kita klasifikasikan. Jika disebabkan penyakit bawaan, penanganannya lebih kompleks. Namun jika karena faktor gizi atau pola hidup bersih yang kurang, itu masih bisa kita intervensi melalui program yang tepat,” jelas Eki.
Selain stunting, mini lokakarya juga menyoroti penanganan penyakit TBC yang membutuhkan kerja sama lintas sektor. “Penanganan TBC tidak cukup hanya medis, tapi juga harus melibatkan faktor lingkungan, sosial, hingga kepatuhan pasien. Karena itu, kolaborasi semua pihak sangat diperlukan,” tandasnya.(bam/d)






