Polres Sukabumi Kota Sebut, Kematian Cecep Murni Kecelakaan

Polres Sukabumi Kota
Kapolres Sukabumu Kota saat menjelaskan kronologis kejadian laka lantas yang diselenggarakan di Aula Rekonfu Polres Sukabumi Kota, Selasa (1/11).

SUKABUMI— Jajaran Satlantas Polres Sukabumi Kota, akhirnya berhasil mengkuak tabir kematian Cecep (20) asal warga Desa Perbawati, Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, yang sebelumnya diduga meninggal dikeroyok kawanan geng motor pada Minggu (30/10) lalu. Namun, dari hasil penyidikan lebih lanjut penyebab kematian korban terjadi akibat kecelakaan lalu lintas tunggal.

Kapolres Sukabumi Kota AKBP SY Zainal Abidin menjelaskan, sebelumnya polisi mendapatkan keterangan dari kedua teman korban bahwa Cecep menjadi korban pengeroyokan.

Bacaan Lainnya

“Ya, namun setelah kami dalami kedua teman korban ini memberikan keternagan palsu. Ternyata korban meninggal bukan dikeroyok geng motor tetapi karena kecelakaan lalu lintas,” jelas Zainal kepada Radar Sukabumi, Selasa (1/11).

Zainal menerangkan, dua teman korban tersebut terpaksa memberikan keterangan palsu kepada kepolisian karena ketakutan. “Namun, setelah kami dalami ternyata korban bukan dianiaya tetapi terlibat lecelakaan tunggal. Kedua teman korban juga akhirnya mengakui dan memberikan keterangan sebenarnya,” cetusnya.

Lanjut Zainal, insiden terjadi berawal saat sepeda motor Honda Beat bernopol F 6654 OD yang dikemudikan Aryanata membawa penumpang Muhamad Rizki dan Cecep melaju dari arah Kota Sukabumi menuju Sukaraja.

Diduga kurang hati-hati, kurang konsentrasi dan dengan kecepatan tinggi sehingga tidak dapat mengendalikan kendaraannya dengan baik. “Naas, setibanya ditempat kejadian perkara, kendaraan hilang kendali dan oleng kesebelah kiri jalan hingga menabrak pohon mahoni yang berada di bahu jalan,” bebernya.

Usai menabrak pohon mahoni, kendaraan sepeda motor, pengemudi dan kedua penumpang terjatuh di bahu jalan sebelah kiri hingga pengemudi dan penumpang mengalami luka-luka serta dibawa ke RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi untuk mendapatkan perawatan medis.

“Tetapi karena korban mengalami luka cukup parah di bagian kepala sehingga meninggal dunia dalam penanganan medis,” terangnya.

Akibat kejadian tersebut, sambung Zainal, pengemudi dijerat pasal 106 ayat 1 junto pasal 310 ayat 2 dan 4 Undang-undang (UU) nomor 22 tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dengan ancaman maksimal enam tahun penjara. “Saat ini pengemudi beserta kendaraan sudah kami amankan untuk penyidikan lebih lanjut,” pungkasnya. (bam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *