KOTA SUKABUMI

PMI Kota Sukabumi Catat, Kecamatan Cikole Mendominasi Sumbangan Darah

×

PMI Kota Sukabumi Catat, Kecamatan Cikole Mendominasi Sumbangan Darah

Sebarkan artikel ini
petugas donor darah
Salah seorang petugas donor darah, saat memperlihatkan labu darah dari pendonor di Kelurahan Cisarua Kecamatan Cikole

CIKOLE – Pemenuhan stok darah di Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sukabumi, tidak terlepas dari peran aktif para pengurus PMI di setiap wilayah. Kontribusi sumbangan darah di setiap wilayah itu pun beragam, sesuai jumlah warga dan lokasi di wilayah tersebut.

Dari tujuh kecamatan yang ada di Kota Sukabumi, Kecamatan Cikole diklaim mendominasi jumlah kontribusi sumbangan labu darah, yakni sebanyak 35 persen dari total sumbangan kecamatan lainnya.

Bank bjb Tandamata

“Alhamdulillah kita masih mendominasi jumlah sumbangan. Di mana, jumlah warga yang ada di Kecamatan Cikole cukup banyak dan berada di pusat perkotaan. Terlebih, masyarakat disini sudah menyadari pentingnya donor darah,” ujar Ketua PMI Kecamatan Cikole, Ferry Febriana kepada Radar Sukabumi, belum lama ini.

Menurut dia, membangun kesadaran masyarakat untuk mendonor perlu proses yang panjang. Di mana, pihaknya kerap melakukan berbagai edukasi disetiap kegiatan yang melibatkan masyarakat.

“Kita selipkan edukasi terkait pentingnya mendonor. Bahkan, dulu di Kelurahan Subangjaya tepatnya di ke RW-an 01 dibentuk kampung donor,” tambah dia.

Tidak hanya itu, pihaknya juga memiliki jadwal dalam pelaksanaan donor, seperti halnya di Kelurahan Cisarua rutin dilakukan donor dua bulan sekali dengan lokasi yang berbeda-beda. “Misalnya kita lakukan di RW 01 sampai RW 04, nanti bulan selanjutnya di RW yang lain,” terang Ferry.

Dalam satu kali kegiatan donor darah, sambung dia, pihaknya menargetkan 30 sampai 40 labu dari dari jumlah total 60 pendonor.

“Adapun untuk pendonor sendiri, merupakan warga yang sudah rutin dan digabung dengan keompok komunitas,” imbuh dia.

Ia berharap, donor darah ini bisa memenuhi kebutuhan warga yang membutuhkan bantuan. “Setetes darah yang diberikan menyelamatkan kehidupan seseorang,” pungkas dia. (Iki/t)