“Inflasinya bisa mencapai diangka 4 persen,” ujar Fajar yang juga pemilik Pontren AL-Fath Sukabumi.Ditambahkan Faja, menurut seorang tokoh ekonomi ternama, Irving Fisher mengatakan adanya inflasi dikarenakan terjadianya kenaikan harga-harga, apabila jumlah uang beredar semakin meningkat namun tidak menaikan jumlah produk barang dan jasa.
“Kesimpulannya berarti, Pilkada banyak uang yang beredar, entah itu dibagi-bagi ke masyarakat dengan tujuan bukan meningkatkan modal kerja atau investasi yang memperoduksi barang dan jasa. Tapi uang yang dibagikan itu untuk konsumtif meminta untuk memilih para calon,”imbuhnya.
Jadi kata Fajar, secara keseluruhan Pilkada itu meningkatkan inflasi, meskipun disisi lain ada yang bergeliat disektor jasa, seperti percetakan.
“Pada pemilu sebelumnya, inflasi naik sekitar 5,5 persen, namun ketika Pilkada berlangsung ternyata inflasi itu naik menjadai 7,25 persen. Ini menunjukan bahwa Pilkada ikut andil terhadap nilai inflasi,”pungkasnya.
(cr17/d)





