RADARSUKABUMI.com – SUKABUMI– Meski perlintasan diterjang longsor, Kerata Api (KA) Pangrango Sukabumi-Bogor tetap memberangkatkan ratusan penumpangnya. Namun, para penumpang hanya bisa melakukan perjalanan hingga stasiun Peledang Bogor, soalnya perlintasan kereta api tepatya di Kampung Bantar Panjang RT 2/7, Desa Cibalung, Kabupaten Bogor mengalami longsor.
Informasi yang dihimpun koran ini, longsornya jalur perlintasan kereta api tersebut terjadi pada pukul 15:30 WIB yang diduga tergerus hujan yang terus mengguyur daerah tersebut. Dampaknya, pemberangkatan maupun pemulangan KA Pangrango terhambat karena jalur bahaya untuk dilalui.
Wakil Kepala Stasiun Sukabumi, Rio mengungkapkan, kendati jalur KA di Kampung Bantar Panjang RT 2/7, Desa Cibalung, Kabupaten Bogor longor, KA Pangrango tetap memberangkatkan penumpangnya. Hanya saja, pihaknya terpaksa hanya bisa mengantarkan sampai Stasiun Maseng.
“Ya betul longsor, tapi kami tetap melakukan pemberangkatan walaupun telat, tapi semua penumpang hanya bisa sampai Stasiun Maseng karena jalur yang longsor cukup berbahaya untuk dilalui,” jelasnya kepada Radar Sukabumi saat ditemui, kemarin (2/1).
Akibat peristiwa tersebut, 71 penumpang dari total 287 membatalkan pemberangkatan, sedangkan sisanya tetap melanjutkannya. Selain itu, pihaknya hingga kini terus berkoordinasi untuk mengetahui perkembangan jalur yang longsor. “Kami terus memantau perkembangan bencana tersebut, sampai saat ini masih belum bsia dilalui karena bisa mengancam keselamatan para penumpang,” ujarnya.
Akibat longsor tersebut, pemberangkatan KA Pangrango dari Sukabumi menuju Bogor terlambat nyaris satu jam. Idelanya, sesuai jadwal pukul 15:45 WIB, KA Pangrango harus sudah berangkat. Namun, karena jalur longsor sehingga terpaksa berangkat sekitar pukul 16:30 WIB.
“Jika pemulangan dari bogor telat, maka secara otomatis pemberangkatan pun telat juga. Semoga saja cepat diperbaiki, sehingga pelayanan KA Pangrango kembali normal,” pungkasnya.
(upi/d)






