KOTA SUKABUMI

Penyebab Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan di Kota Sukabumi  Tinggi

×

Penyebab Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan di Kota Sukabumi  Tinggi

Sebarkan artikel ini
DIWAWANCARA: Kepala DP2KBP3A Kota Sukabumi, Yadi Mulyadi saat diwawancara Radar Sukabumi, Rabu (12/3). (FT: BAMBANG/RADARSUKABUMI)
DIWAWANCARA: Kepala DP2KBP3A Kota Sukabumi, Yadi Mulyadi saat diwawancara Radar Sukabumi, Rabu (12/3). (FT: BAMBANG/RADARSUKABUMI)

SUKABUMI – Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, dan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kota Sukabumi, mencatat sebanyak 138 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak sepanjang tahun 2024. 

Dari jumlah tersebut, 55 kasus dialami perempuan, sementara 83 kasus melibatkan anak-anak. Kasus yang ditangani mencakup kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), pelecehan seksual, kekerasan fisik, bullying, kejahatan seksual, serta permasalahan pola asuh. 

Bank bjb Tandamata

Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) DP2KBP3A Kota Sukabumi, Ineu Nuraini menjelaskan, pendampingan terhadap korban dilakukan hingga ke pengadilan, sementara beberapa kasus diselesaikan melalui lembaga internal. “Tindakkan bullying di sekolah yang masih sulit dihilangkan, namun yang lebih penting adalah memberikan pendampingan psikologis kepada korban agar tidak mengalami trauma berkepanjangan,” kata Ineu kepada wartawan, Rabu (12/3).

Menurut Ineu, pengaruh media sosial dan lingkungan pergaulan menjadi faktor utama penyebab bullying di kalangan anak-anak. Pada 2025 ini, terhitung Februari angka kekerasan terhadap perempuan dan anak sebanyak 22 kasus. Karena itu, dalam menekan angka kekerasan di lingkungan sekolah, DP2KBP3A bersama Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, tenaga kesehatan, dan akademisi telah membentuk Tim Pencegahan Kekerasan di Satuan Pendidikan. “Tim ini bekerja dengan memberikan edukasi serta menangani kasus kekerasan sejak dini sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar,” bebernya.