Penjual Terompet Sepi Pembeli

Salah seorang pedagang terompet saat menjajakan dagangannya. LUPI/RADAR SUKABUMI

CIKOLE – Menjelang pergantian tahun pedagang terompet di Kota Sukabumi masih sepi pembeli. Bahkan dijalan Ahmad Yani yang merupakan pusat keramaian kota pun belum ditemukan adanya penjual terompet.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya setiap akhir bulan Desember, beberapa ruas jalan utama seperti Ahmad Yani, Harun Kabir dan Ciwangi selalu dikepung pedagang terompet dadakan. Namun kali ini terlihat baru ada 1 sampai 2 pedagang saja.

Bacaan Lainnya

Belum diketahui penyebab perubahan tersebut, namun salah satu pedagang terompet di Jalan Harun Kabir, Hermawan mengaku saat ini peminat terompet cenderung sedikit.

“Sudah seminggu ini penjualan masih gini-gini aja. Padahal sekarang sudah tanggal 30, biasanya satu atau dua hari sebelum malam tahun baru terompet sudah banyak yang beli,”kata Hermawan saat ditemui di lapaknya, kemarin (30/12).

Hermawan mengeluhkan kondisi tersebut, sebab hal itu berpengaruh terhadap penghasilannya. Kondisi tersebut membuat pendapatannya merosot hingga 80 persen.

“Biasanya menjelang tahun baru, saya bisa menjual 15 sampai 20 terompet setiap harinya. Kalau sekarang 2 buah aja susah,”pungkasnya.

Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan yang dialami pedagang kembang api, Hampir setiap ruas jalan terdapat penjual kembang api, mereka terlihat ramai didatangi pembeli.

“Alhamdulillah kalau pembeli ada aja, meskipun jualannya tidak full karena dikejar hujan. Sehari bisa menjual 3 sampai 4 lusin kembang api kecil,”ujar Fajar, penjual kembang api di Jalan Ahmad Yani.

Fajar mengungkapkan, konsumennya didominasi oleh anak-anak. Kembang api yang digemari anak – anak bermacam-macam, namun yang paling banyak dibeli yaitu jenis kembang api yang bisa terbang.

“Mereka suka kembang api kecil yang bisa terbang. Beberapa menanyakan petasan besar tapi saya tidak menjualnya karena sudah dilarang,”tandasnya. (upi/t)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.