KOTA SUKABUMI

Pengusaha Tahu Terancam Gulung Tikar

×

Pengusaha Tahu Terancam Gulung Tikar

Sebarkan artikel ini

Meski lanjut dia, sebelumnya harga garam halus sempat menyampai Rp52 ribu per pak. Untuk harga garam kroso atau garam kasar pun mengalami masih berharga Rp175 ribu per karung. Biasanya, garam jenis ini hanya dihargai Rp75 ribu per karung.

“Kenaikan harga garam ini sudah berlangsung sejak delapan bulan lalu,” tambahnya.

Bank bjb Tandamata

Kenaikan pun tidak hanya pada bahan pokok pembuatan tahu saja. Untuk harga bahan bakar minyak (BBM) dan listrik pun menjadi keluhan para pengusaha. Biasanya penggunaan listrik perminggu hanya mencapai Rp300 ribu, kini naik menjadi Rp500 ribu. Adapun untuk BBM, perusahaanya kini beralih menggunakan woods pellet yang diproduksi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

“Kalau pakai solar dan pertalite lebih boros dan harus memiliki ijin pembelian, karena kapasitanya banyak. Saat ini kita menggunakan woods pellet yang lebih ramah lingkungan, murah dan cepat dalam pembakarannya,” terang pria yang gemar mengoleksi motor antik itu.

Dengan kondisi ini, membuat dirinya dilema dan dibayang-bayangi gulung tikar karena kenaikan sejumlah kebutuhan tersebut. Disatu sisi, dirinya tidak dapat menaikkan harga tahu meskipun harga kedelai sebagai bahan baku terus melejit. Karena para dampaknya para pembeli akan mengurangi jatah belanjanya.

Di sisi lain, dia juga tidak dapat mengurangi bahan baku dalam proses pembuatan tahunya. Meski harga mahal, jumlah bahan baku yang digunakan tetap sama seperti dulu.