KOTA SUKABUMI

Pengusaha Tahu Terancam Gulung Tikar

×

Pengusaha Tahu Terancam Gulung Tikar

Sebarkan artikel ini

CITAMIANG— Sejumlah pengusaha tahu di Kota Sukabumi mulai resah. Hal itu lantaran, harga bahan pokok untuk pembuatan tahu masih tinggi, sehingga mengancam usahanya.

Salah seorang pengusaha tahu ‘Kuring Sukabumi’, Ali Rahman Alfarizi mengatakan, harga kedelai saat ini menembus angka Rp7.400 sampai Rp7.500 per kilogram (kg) yang semula Rp6.500 hingga Rp6.700 per kg. Harga tersebut diperkirakan akan terus mengalami kenaikan.

Bank bjb Tandamata

“Harga kenaikan kedelai ini sudah hampir tiga bulan terakhir ini. Dan sampai sekrang harga belum turun lagi,” kata Ali kepada Radar Sukabumi di lokasi pembuatan Tahu Kuring Jalan Letda T. Asmita Kelurahan Gedongpanjang Kecamatan Citamiang Kota Sukabumi, kemarin (27/4).

Selain itu sambung dia, keberadaan kedelai ini pun terkadang sulit didapatkan. Bahkan satu minggu yang lalu, dirinya tidak kebagian stok kedelai ditempat langganannya. Sehingga harus meminta bantuan ke pengurus Koperasi Tahu Tempe Indonesia (KOPTI) Kota Sukabumi.

“Itu pun dijatah, hanya empat karung saja,” keluhnya. Padahal, untuk satu minggu produksi, pabrik Tahu Kuring membutuhkan kedelai sebanyak 1 ton.

Tidak hanya kedelai, harga garam yang menjadi salah satu penunjang pembuatan tahu tersebut dinilai memberatkan. Meski adanya penurunan, namun harga garam terbilang masih mahal. Seperti halnya garam halu yang biasanya dibeli dengan harga Rp15 ribu per pak, kini masih bertahan pada harga Rp37 ribu.