“Ternyata pas waktu disusul, bukan rental tapi mobil gadean. Nah, dari situ desas-desus berkembang akhirnya rame hingga viral. Akhirnya teman-teman inisiatif nyari sendri kendaraan tersebut dengan GPS atau informasi dari teman yang lain,” imbuhnya.
“Jadi pinter Agung Aprijal ini, dia tidak hanya mengaku sebagai anggota TNI, tapi ia juga berperan yang mencari kendaraan rental, tapi melalui marketing dia, namun unitnya diserahkan sama dia, diserahkan lagi sama marketing lapangan untuk digadaikan,” paparnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, dari puluhan pengusaha rental mobil ini, mereka telah melakukan pencarian unit dan sempat mengambil satu unit kendaraan yang dirental oleh terduga di wilayah Pajampangan pada beberapa waktu lalu.
“Perlu kami sampaikan kendaraan kemarin yang kita ambil di daerah Jampang itu, bukan semata kita sebagai sindikat ataupun orang yang bekerjasama atas nama terduga Agung Aprijal,” ujarnya.
“Tapi, memang murni karena saling informasi mengenai kasus kontrak sewa yang disalah gunakan oleh Agung Aprijal. Untuk itu, kami dari paguyuban rental ada salah satu klarifikasi mengenai kejadian kemarin, kami disebut sebagai perampas kendaraan yang digade. Padahal, bukan begitu faktanya,” imbuhnya.
“Jadi, intinya kitapun sama korbannya Agung Aprijal, jadi kami semua dan warga Jampang merasa diadu dombakan sama Agung Aprijal dan semua dirugikan oleh terduga itu,” bebernya.
Masih kata Aden, untuk sementara waktu pencarian unit kendaraan yang dirental oleh terduga, kini ditahan terlebih dahulu. Terlebih pasca pengambilan unit kendaraan di wilayah Pajampangan, sebagian warganya ada yang tidak menerima.
“Untuk pencarian bagi kami sebagian ditahan dulu atau di stop, karena memang sudah dicari namun warga Jampang pun sebagian ada yang tidak menerima. Tapi, karena disini ada hukum memang baiknya kita dibekali dengan LP supaya kasus ini bisa berjalan,” tukasnya.
Bukan hanya itu, Agung Aprijal ini dikenal dimata pengusaha rental mobil sebagai sosok yang baik. Terutama dalam hal bantuan. Karena, menurutnya jika para pengusaha meminta tolong kepada terduga, dia tidak susah memberikan bantuan. “Namun, begitu lah, pinternya dia itu, kami terkecoh oleh tipu daya muslihatnya,” imbuhnya.
Untuk itu, pasca membuat laporan kasus dugaan tipu gelap kendaraann ini, ia bersama para pengusaha rental mobil di Sukabumi berharap kepada Polres Sukabumi Kota dapat segera menangkap terduga pelakunya.
“Jadi, bukan hanya pelaku yang bisa diungkap, tapi harus sampai ke perantaranya dan pemutus GPS juga, pernah ada terjadi pengerusakan. Karena, banyak yang dirugikan, terutama segi materil yang nominalnya, cukup besar,” tandasnya.
Ngaku Anggota TNI untuk Kelabui Korban
Sementara itu, Kasi Humas Polres Sukabumi Kota Iptu Astuti Setyaningsih mengatakan, pihaknya membenarkan terkait adanya laporan soal kasus dugaan penipuan mobil itu. “Iya, memang ada dan laporannya sudah masuk,” singkat Astuti.
Menanggapi tarkait ramainya terduga yang diketahui kerap mengelabui korbannya dengan mengaku sebagai anggota TNI AD, Danramil 0702/Citamiang, Kapten Inf Jupriyanto mengatakan, pihaknya membenarkan adanya nama Agung Aprijal yang berada dari wilayah Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi.






