TNI Gadungan di Kota Sukabumi Terlibat Tipu Gelap Puluhan Mobil Rental, Terancam Delapan Tahun Bui

TNI Gadungan Kasus Penipuan
Petugas dari Polres Sukabumi Kota saat menggelandang terduga tersangka tipu gelap yang juga TNI Gadungan, Senin (7/8).

CIKOLE – Jajaran Satreskrim Polres Sukabumi Kota, berhasil menciduk AP (27) warga Kecamatan Citamiang terduga pelaku penipuan dan penggelapan puluhan mobil rental.

Dalam pengungkapan kasus penipuan dan penggelapan ini, polisi juga meringkus empat terduga pelaku lainnya yang merupakan warga asal Surade Kabupaten Sukabumi yang berperan sebagai penadah yakni, RH (49), YH (26) CI (43) dan WHY (49).

Bacaan Lainnya

Dalam mengelabui korbannya, AP mengaku sebagai anggota TNI berpangkat Pratu yang bertugas di Bandung. Untuk semakin meyakinkan korbannya, AP mengaku menyewa mobil untuk keperluan proyek di kawasan Surade, Kabupaten Sukabumi. Mobil rental yang disewa pun akhirnya digadaikan pelaku kepada penadah.

Kapolres Sukabumi Kota AKBP Ari Setyawan Wibowo mengatakan, perkara ini berhasil diungkap setelah ada empat laporan ke Satreskrim terkait dugaan penipuan dan penggelapan kendaraan roda empat, dengan indikasi mengarah pada satu pelaku yang sama.

“Kami kemudian melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil menangkap pelaku pada Jumat 28 Juli 2023 lalu sekitar pukul 16.00 WIB di kawasan Taman Sari, Mangga Besar, Kota Jakarta. Dari penangkapan itu kami mengungkap ada puluhan mobil rental yang digelapkan AP,” kata Ari kepada wartawan, Senin (7/8).

Selain mengamankan pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti diantaranya, 25 kendaraan roda empat. “21 kendaraan dari TKP di wilayah hukum Polres Sukabumi Kota, 4 di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Sebetulnya dari hasil pendalaman, ada total 29 kendaraan.

Sisa 4 kendaraan lagi masih dicari. Kendaraan yang berhasil kami amankan, langsung diserahkan kepada pemiliknya karena ini kan dipakai untuk mencari rezeki mereka sehari-hari,” ujarnya.

Ari membenarkan, dalam menjalankan aksinya, pelaku AP mengaku sebagai anggota TNI yang bertugas di Bandung, serta kerap memakai seragam dan atribut TNI. Namun, saat ditelusuri ternyata AP hanya TNI gadungan. Agar semakin meyakinkan korban, AP mengaku menyewa mobil untuk keperluan proyek di kawasan Pajampangan.

“Selain itu, modus operandi yang dilakukan adalah dengan menyewa kendaraan rental dengan harga sewa Rp300.000 per hari. Kemudian mobil disewa rata-rata per 10 hari dengan membayar Rp3 juta, hingga per satu bulan dengan membayar Rp6 juta. Ada yang langsung dilunasi, ada pula yang dijanjikan dibayar dengan cara dicicil,” bebernya.

Setelah mendapatkan kendaraan tersebut, pelaku kemudian menggadaikan mobil rental itu kepada beberapa orang. Aksi ini sudah dijalankan sejak Juli 2022, artinya sudah lebih dari satu tahun dengan jumlah korban yang melapor sementara ini 25 orang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *