Penganiaya Perias Pengantin di Sukabumi Buron Tiga Bulan, Berujung Dibui

Penganiaya Perias Pengantin di Sukabumi
Satreskrim Polres Sukabumi Kota saat mengamankan pelaku penganiayaan salah seorang perias pengantin di Mapolres Sukabumi Kota, Rabu (19/6).

SUKABUMI – Sepandai-pandainya tupai melompat akhirnya jatuh juga. Peribahasa ini, nampaknya menggambarkan kelakuan Hendra Deriyana (58) terduga pelaku penganiayaan perias pengantin yang terjadi di Jalan Ciaul Pasir, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi pada Minggu (10/3/2024) lalu.

Pelarian pelaku yang sempat menjadi buronan polisi selama tiga bulan lebih tersebut, harus kandas setelah Unit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Satreskrim Polres Sukabumi Kota berhasil menciduknya di rumah kontrakan di Gang Doa Ibu, Kelurahan Gedongpanjang, Kecataman Citamiang, sekitar pukul 15.00 WIB pada Senin (17/6/2024).

Bacaan Lainnya

“Setelah sempat melakukan pengejaran hingga ke Pandeglang Banten, akhirnya Hendra Deriyana berhasil diamankan di rumah kontrakannya pada Senin,” ungkap Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Ari Setyawan Wibowo melalui Kasat Reskrim, AKP Bagus Panuntun kepada wartawan, Rabu (19/6).

Bagus menerangkan, pelaku setelah sempat melarikan diri dan berpindah-pindah tempat selama tiga bulan lebih karena melakukan menganiayaan terhadap korban menggunakan gelas kaca hingga mengakibatkan korban menderita luka sobek pada bagian dahi.

“Kami juga mengucapkan terimakasih kepada masyarakat yang telah menginformasikan keberadaan pelaku, sehingga kami dapat melakukan penangkapan terhadap pelaku yang sudah menjadi DPO (Daftar Pencarian Orang) selama tiga bulan,” ucapnya.

Menurutnya, polisi sempat mengejar dan mencari keberadaan pelaku hingga ke daerah Pandeglang Banten, serta menyebar identitas pelaku sebagai DPO kasus penganiayaan melalui media sosial.

“Setelah menerima laporan Polisi mengenai tindak pidana penganiayaan ini, kami sempat melakukan penggerebekan ke rumah pelaku. Namun, pelaku sudah berhasil melarikan diri. Kami sudah melakukan pencarian ke daerah Pandeglang, namun pelaku ini sempat berpindah-pindah tempat, baik ke keluarganya maupun rekannya sehingga tidak menemukan keberadaan pelaku,” bebernya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *