“Kita akan gelorakan wakaf sebagai kekuatan ekonomi umat, sinergikan program Baznas, dan dorong CSR agar lebih tepat sasaran. Semua sektor harus jalan bersama,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa langkah ini membutuhkan kolaborasi lintas sektor, keberanian dalam reformasi kebijakan, serta kehadiran pemerintah yang benar-benar dirasakan masyarakat hingga ke lapisan paling bawah.
Dengan strategi yang terpadu, Pemkot Sukabumi optimistis kemiskinan ekstrem maupun struktural bisa dihapuskan secara bertahap sebelum tahun 2035.
“Kami berharap masyarakat dan semua pemangku kepentingan ikut terlibat aktif dalam perjuangan menuju Sukabumi yang sejahtera, inklusif, dan bebas dari belenggu kemiskinan,” pungkasnya.(den/d)






