SUKABUMI – Pemerintah Kota Sukabumi menargetkan pengentasan kemiskinan secara total pada tahun 2035. Target ini lebih cepat sepuluh tahun dibandingkan target nasional yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto, yaitu Indonesia bebas kemiskinan pada 2045.
Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, mengatakan bahwa langkah ini merupakan bentuk keberpihakan dan ketegasan sikap daerah dalam mendukung agenda besar nasional.
“Presiden sudah mencanangkan Indonesia bebas kemiskinan pada 2045. Sebagai kepala daerah yang tegak lurus terhadap visi nasional, kami mencanangkan pengentasan kemiskinan di Kota Sukabumi rampung pada 2035,” ujar Ayep saat diwawancarai Radar Sukabumi, Selasa (1/7).
Ayep menjelaskan, strategi pengentasan kemiskinan akan dilakukan melalui dua pendekatan, yaitu berbasis APBD dan non-APBD. Dari sisi APBD, Pemkot akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), memperkuat kinerja Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan BUMD, serta mendorong masuknya investasi yang berkualitas dan berkelanjutan.
“PAD harus naik, BLUD dan BUMD harus sehat, dan investasi harus masuk dengan visi kerakyatan. Ini pilar utama dari sisi fiskal daerah,” jelasnya.
Sementara itu, dari sisi non-APBD, Pemkot akan mengoptimalkan potensi wakaf produktif, dana sosial dari Baznas, dan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Menurut Ayep, ketiga instrumen ini sangat penting untuk menjangkau masyarakat rentan secara lebih cepat dan fleksibel.






