“Yang paling penting adalah kesadaran masyarakat. Edukasi sejak dini menjadi strategi jangka panjang untuk mencegah banjir, penyakit, dan kerusakan lingkungan,” tegasnya.
Kunjungan edukasi ke Balai Kota ini dilakukan melalui mekanisme resmi dengan pengajuan surat dari sekolah agar dapat dijadwalkan secara tertib. Dengan demikian, anak-anak tidak hanya mengenal lingkungan pemerintahan, tetapi juga mendapatkan nilai tambah berupa edukasi lingkungan. “Supaya mereka pulang ke rumah paham bahwa telat sampah itu tidak baik, bisa menyebabkan banjir dan penyakit. Edukasi itulah yang ingin saya tanamkan kepada anak-anak Indonesia,” pungkasnya.(bam/d)






