KOTA SUKABUMI

Pemkot Sukabumi Tanamkan Budaya Pilah Sampah Sejak Usia Dini

×

Pemkot Sukabumi Tanamkan Budaya Pilah Sampah Sejak Usia Dini

Sebarkan artikel ini
Sejumlah anak TK Islam PASIM Ar-Rayyan mengikuti edukasi pengelolaan sampah di Balai Kota Sukabumi, Selasa (27/1).
Sejumlah anak TK Islam PASIM Ar-Rayyan mengikuti edukasi pengelolaan sampah di Balai Kota Sukabumi, Selasa (27/1).

SUKABUMI – Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi menggencarkan edukasi pengelolaan sampah sejak usia dini dengan menerima kunjungan anak-anak TK Islam PASIM Ar-Rayyan di Balai Kota Sukabumi, Selasa (27/1). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran lingkungan sejak dari hulu.

Bank bjb Tandamata

Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, menegaskan bahwa anak-anak merupakan generasi muda yang harus dikenalkan pada pengelolaan sampah sejak lingkungan keluarga. Menurutnya, persoalan sampah tidak bisa hanya diselesaikan di hilir, melainkan harus dimulai dari rumah tangga. “Sejak dini, dari rumah tangga masing-masing, ibu, ayah, dan anaknya harus paham pengolahan sampah dari hulu,” jelas Bobby.

Ia menambahkan, pemilahan sampah merupakan langkah paling dasar dan efektif untuk menjaga kebersihan lingkungan. Anak-anak perlu memahami perbedaan sampah organik dan anorganik agar terbentuk kebiasaan baik yang berkelanjutan. Dalam kunjungan tersebut, para siswa tidak hanya mengenal lingkungan Balai Kota Sukabumi, tetapi juga mengikuti praktik langsung memilah sampah. Mereka diajak memahami bahwa sampah plastik dan organik harus dipisahkan dan dibuang ke tempat yang telah disediakan.

Bobby berharap kebiasaan memilah sampah dapat diterapkan secara konsisten, baik di rumah maupun di sekolah. Ia juga mendorong sekolah untuk memanfaatkan bank sampah sebagai sarana edukasi sekaligus menabung dari hasil pengelolaan sampah. “Sekolah bisa punya tabungan dari bank sampah, yang nantinya bisa dimanfaatkan untuk wisata edukasi atau kegiatan positif lainnya,” paparnya.

Lebih lanjut, Bobby menekankan bahwa kegiatan edukasi semacam ini diharapkan dapat dilakukan secara berkala oleh sekolah-sekolah lain di Kota Sukabumi. Menurutnya, perhatian pemerintah terhadap persoalan sampah tidak hanya sebatas penyediaan armada dan petugas kebersihan.