Pemkot Sukabumi Gaungkan Percepatan Atasi Stunting

Wali Kota Sukabumi Achamd Fahmi
Wali Kota Sukabumi Achamd Fahmi

SUKABUMI – Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, terus berupaya melakukan percepatan penanganan stunting dengan menggulirkan beberapa inovasi program.

Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi mengatakan, ada beberapa Inovasi dalam penanganan stunting dan juga kemiskinan ekstrim. Hal ini disampaikan dalam zoom meeting roadshow monitoring stunting bersama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

Bacaan Lainnya

“Kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan presiden dalam rangka mempercepat target penurunan stunting. Selain itu menindaklanjuti inovasi kreativitas apa yang akan dilakukan masing-masing daerah,” kata Wali Kota Sukabumi kepada wartawan, belum lama ini.

Fahmi menjelaskan, inovasi yang diluncurkan Pemkot Sukabumi diantaranya, Sistem Informasi Terintegrasi DataSstunting (Sisters). “Merupaka. Aplikasi ini berisikan informasi tentang peta grafis, data keluarga beresiko stunting dan preva yang dipetakan secara spasial,” ujarnya.

Selain itu, Inovasi Move On Gaess yang merupakan komitmen bersama antara Pemkot Sukabumi dengan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V Provinsi Jawa Barat dan Kantor Kementerian Agama Kota Sukabumi.

“Inovasi ini merupakan Gerakan cegah stuning dari hulu ke hilir, dimana gerakan ini mengenai edutainment atau pendidikan kesehatan melalui lagu yang diciptakan putra daerah, aktifitas fisik, sarapan bersama dan minum tablet tambah darah dilaksanokan setelah pelaksanaan upacara,” ujarnya.

Tak hanya itu, lanjut Fahmi, Pemkot juga mencetuskan Udunan Online salah satu upaya untuk mewujudkan kesetiakawanan sosial ini adalah dengan meluncurkan program udunan online yang diharapkan menjadi wadah untuk penggalangan dana dan masyarakat (tanpa batas) untuk membantu warga yang membutuhkan bantuan. “Ya, baik itu sosial, kesehatan, perlindungan dan pendampingan,” paparnya.

Inovasi lainnya yakni, gerakan bersama rempug cegah dan tangani stunting (Gemar Ceting). “Merupakan gerakan bersama antar lintas sektor untuk mencegah dan menangani stunting dan hulu serta koordinasi lintas program terkait Ausrem, KIA, Promkes dan kesling,” cetusnya.

Fahmi menambahkan, Pemkot juga meluncurkan gerakan anak gadis berantas libas anemia (Gadis Belia). “Gerakan Bersama anak atau remaja dalam mencegah terjadinya anemia dalam mendukunc upaya pencegahan stunting dari hulu yang merupakan salah satu bagian dari Gen Emas (Gerakan Remaja Sehat),” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kota Sukabumi Reny Rosyida Muthmainnah menambahkan, berdasarkan keputusan Menko PMK RI Nomor 25 tahun 2022 Kota Sukabumi masuk dalam lokasi fokus prioritas penghapusan kemiskininan ekstrem tahun 2022-2024. “Selain itu salah satu lokasi fokus prioritas percepatan penurunan stunting tahun 2022-2024,” singkatnya. (bam)

Pos terkait