Sebelumnya, Ketua Yayasan Dapuran Kipahare, Irman Firmansyah menjelaskan, Yayasan Dapuran Kipahare saat ini tengah melakukan inpetarisir benda yang diduga cagar budaya.
Karena itu, keberadaan makam ini bisa jadi salah satu makam yang bisa menjadi objek cagar budaya kedepannya.
“Seandainya bisa kami rawat ini bisa menjadi wisata heritage kedepannya, paling penting ini berkaitan dengan sejarah paling panjang perjalanan masyarakat Tionghoa di Sukabumi karena ini merupakan makam Kapitan Tionghoa pertama maka sebab itu sangat layak dilestarikan,” jelasnya.
Pihaknya, akan mengajukan kepada Tenaga Ahli Cagar Budaya (TACB) untuk dilakukan pengkajian dan diajukan menjadi cagar budaya secara resmi.
“Tentunya, dalam proses untuk perawatan memerlukan biaya bisa memanfaatkan baik Pemkot maupun masyarakat untuk menjadi wisata heritage,” pungkasnya. (bam/t)





