CIKOLE – Ketersedian Vaksin Covid-19 di Kota Sukabumi sudah menipis. Bahkan saat ini stok yang ada di Dinas Kesehatan Kota Sukabumi hanya tersisa 5 vial, itupun digunakan dalam kondisi darurat. “Iya stok yang ada saat ini cukup hanya untuk 50 orang saja,” ujar Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi, Jumat (30/7).
Kekuranganya vaksin covid-19 kata Fahmi pihaknya menunggu dari kiriman dari Provinsi Jawabarat. Hanya saja sampai saat ini Pemkot belum menerima kembali, padahal baru-baru ini Kota Sukabumi baru saja meluncurkan vaksinasi untuk usia 12-17 tahun. “Pasokan vaksin memang belum sampai,” ucapnya.
Dalam mengantisipasi vaksinasi kata Fahmi, pihaknya berkolaborasi dengan dengan TNI dan Polri. Karena ketersediaan vaksin di dua lembaga tersebut stoknya masih cukup banyak. “Ya, kita saat ini melakukan vaksinasi dibantu vaksin dari TNI dan Polri,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang P2P Lulis Delawati mengatakan pihaknya setiap minggu sudah bersurt ke provinsi Jabar untuk meminta vaksin Covid-19. Namun hingga saat ini pihaknya belum menerima vaksin tersebut. “Kita tiap minggu juga mengirimkan kebutuhan vaksin, tapi belum sampai juga,” ujarnya.
Sementara untuk kegiatan vaksinasi yang biasa dilakukan di Gedung Juang 45 kata Lulis pihaknya meminta bantuan vaksin yang ada di TNI dan Polri. Lantaran vaksin yang tersedia masih cukup banyak. “Kalau kita vaksin itu dari Pemerintah Pemprov, kalau Polres Kota dari Polda Jabar dan Kodim dari Kodam,” katanya.
Untuk cakupan capaian vaksinasi Covid-19 di Kota Sukabumi dengan total sasaran 269.834 jiwa. Sasaran tersebut bertambah, menyusul adanya vaksinasi usia remaja anatra 12 sampai 17 tahun.
“Sasaran kita bertambah 35.345 orang untuk usia remaja. Sampai saat ini total dosis capaian vaksinasi baru 30.5 persen dari total jumlah sasaran,” pungkasnya. (bal)






