RADARSUKABUMI.com – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Sukabumi terus melakukan rapid tes massal di sejumlah kawasan yang telah ditentukan. Diantaranya, warga disekitar kawasan klaster institusi negera dan pusat keramaian di Kota Sukabumi.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Sukabumi, dr Wahyu Handriana mengungkapkan, dari 4.000 alat rapid tes yang dibeli dari dana APBD, baru sekitar 1.200 yang telah digunakan untuk kepentingan survelen.
“Sudah sekitar 1.200 rapid tes yang telah digunakan dari 4.000 alat yang dibeli oleh APBD Kota Sukabumi,” jelasnya saat dihubungi, kemarin (8/6).
Dari 1.200 rapid test yang telah dilakukan, sasarannya yakni warga yang berada di pusat keramaian dan warga di sekitar klaster institusi negera yang ada di Kota Sukabumi.
“Jadi alat rapid test ini digunakan untuk kepentingan survelen saja, mulai dari warga di sekitar pusat keramaian dan warga di sekitar klaster, seperti warga Kecamatan Gunungpuyuh,” terang Wahyu.
Hasil pemeriksaan rapid test itu, sebut Wahyu, dari pusat keramaian dan warga sekitar klaster terdapat yang reaktif.
Namun, dirinya tidak menyebutkan berapa jumlah pasti warga yang reaktif tersebut. “Hasilnya mayoritas negatif, ada juga memang yang reaktif dan kami tidak lanjuti dengan pemeriksan swab, mungkin sekitar 20 orang yang reaktif,” imbuhnya.
Sebelumnya, sebanyak 4.000 alat rapid test yang bersumber dari APBD Kota Sukabumi ini, diperkirakan menghabiskan anggaran Rp 800 juta rupiah.
Rapid testitu sesuai dengan kebutuhan survelen saat melakukan tracking. Jika dari hasil rapid test tersebut menunjukan reaktif, maka kemudian akan dilakukan tes swab PCR. Masyarakat yang reaktif akan disarnakana untuk melakukan karantina mandiri. (upi/t)






