CIKOLE— Dalam rangka meningkatkan produk olah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sekaligus peringatan hari jadi Kota Sukabumi ke-108, Pemerintah Kota Sukabumi menggelar pasar murah dan bazar menjelang Ramadan 1443 Hijriyah, Senin (28/3).
Bazar ini dilakukan di tiga titik yakni, Jalan Perpustakaan, Kecamatan Warudoyong, dan pasar Lembursitu mulai hari Senin (28/3) hingga Rabu (30/3).
Pada momen pembukaan itu dihadiri Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Sukabumi Fitri Hayati Fahmi dan Sekda Kota Sukabumi Dida Sembada. Dalam momen tersebut pemkot menyiapkan berbagai kebutuhan pokok untuk masyarakat seperti minyak goreng, gula pasir dan lainnya.
Walikota Sukabumi Achmad Fahmi mengatakan kegiatan ini untuk mengadvokasi masyarakat dari sisi harga dan memperkenalkan dengan berbagai produk asli Sukabumi. Seperti halnya produk olahan Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) sebagai alternatif produk makanan yang bisa dikonsumsi.
“Kegiatan pasar murah dan Bazar ini dalam kerangka membangkitkan ekonomi dari kalangan UMKM serta memperkenalkan brand lokal asli Sukabumi,” ujar Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi.
Meskipun kegiatan bazar tidak akan mampu mencukupi kebutuhan warga, akan tetapi momen ini mampu menggerakan perekonomian di wilayah Kota Sukabumi.
Fahmi juga mengajak masyarakat agar berbelanja dan mencintai produk buatan lokal. Selain itu juga diharapkan, masyarakat tidak panic buyying terhadap ketersediaan bahan kebutuhan pokok penting (Bapokting).
“Mari kita berbelanja dan cintai prodak lokal. Sesuai arahan presiden kepala daerah agar mengkondisikan produk lokar agar semakin digemari masyarakat,” imbuhnya.
Sementara itu, di tempat yang sama distributor minyak goreng Agus Ahen mengatakan, pihaknya turut membantu pemerintah dalam memberikan harga minyak goreng murah.
Adapun stok minyak goreng yang disediakan pada Pasar Murah ini, kurang lebih 1.000 liter untuk jenis kemasan. Diakuinya, harga yang dipatok untuk minyak goreng kemasan ini tidak jauh dari harga pasaran, namun ada sedikit pengurangan harga.
“Kalau persentasenya di minimarket itu nilai rupiahnya 23.500 perliter, bazar ini dijual 20.000 per liter mungkin hanya saja kita batasi supaya semua pembelanja masyarakat kebagian semua. Itupun satu orang yang belanja hanya kebagian 2 liter jadi 40.000 liter,” pungkasnya. (cr1/t)






