Pemerintah Kota Sukabumi

DKP3 Waspadai Virus Flu Burung

WARUDOYONG – Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Peternakan (DKP3) Kota Sukabumi mulai mewaspadai ancaman virus flu burung. Hal itu, dilakukan pasca adanya belasan unggas mati akibat positif flu burung di Kota Tegal, Jawa Tengah.

Kepada Radar Sukabumi, Kepala DKP3 Kota Sukabumi, Kardina Karsoedi mengaku telah mendapatkan informasi terkait temuan hewan positif flu burung di Kota Tegal, Jawa Tengah. Pihaknya pun, telah mewanti-wanti para pegawainya untuk mewaspadai virus tersebut.

“Ya sudah kami dapatkan informasi, bahkan sudah disampaikan dalam apel pagi kepada semua pegawai walaupun memang di Kota Sukabumi relatif tergolong aman,” ungkapnya kepada Radar Sukabumi saat ditemui diruang kerjanya, Jumat (18/10).

Petugas vaksinasi dari DKP3 Kota Sukabumi, lanjut Kardina, hampir setiap hari melakukan vaksinasi tehadap hewan ternak masyarakat. Adapun untuk perusahan, Pihaknya hanya melakukan monitoring agar vaksinasi dilakukan.

“Sebenarnya, asalkan peternak dapat menjaga kebersihan, kesehatan hewan ternaknya penyakit ataupun virus itu tdiak akan, tapi jika ada satu hewan yang terjangkit biasanya menular, apalagi kalau dipeternakan,” terangnya.

Bahkan, untuk di Kota Sukabumi dari 2014 silam hingga saat ini tidak lagi mengeluarkan izin peternakan baru. Sehingga, potensi ancaman virus tersebut cukup kecil.

“Untuk kita aman ya, tapi memang bisa ja di daerah perbatasan. Kalau moratorium peternakan baru sih belum, tapi sudah dari 2014 lalu kami tidak mengeluarkan rekomendasi peternakan baru lagi,” sebutnya.

Adapun sebaran unggas di Kota Sukabumi, terdapat di tiga kecamatan. Mulai dari Lembursitu, Cibeureum dan Kecamatan Baros. Namun, untuk perusahan mayoritas penetesan bukan pembesaran.

“Kalau ternak masyarakat cukup lumayan banyak ya, kalau skala besar atau perubahan kebanyakan itu penetesan telur saja bukan pembesaran, dan itu pun tetap kami pantai,” pungkasnya. (upi/t)

Tags

Tinggalkan Balasan