CIKOLE– Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), terus mengencarkan literasi digital. Hal itu sebagai upaya untuk mengantisipasi berita Hoaks atau berita bohong dikalangan masyarakat.
Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi, pada Diskominfo Kota Sukabumi, Tantan Sontani mengatakan, penyebaran berita bohong itu kerap terjadi, apalagi momoen menjelang tahun politik pada 2024 nanti.
“Jadi, salah satu upaya kami untuk mengcaunter hoaks, dengan cara mengedukasi masyarakat bahwa pentingnya literasi digital. Tentunya kenapa penyebaran hoaks terjadi, karena warga tidak biasa membaca dulu malah langsung disebar ketika mendapatkan informasi,” ujar Tantan kepada Radar Sukabumi, Jumat (2/6).
Dia menambahkan, saat ini yang menjadi tantangan terbesar adalah era digital, karena akses informasi mudah, cepat didapat melalu media sosial, dan rata-rata masyarakat mayoritas menggunakan gadget.
“Nah, disini masyarakat harus bijak ketika dapat informasi, cek faktanya dulu bukan katanya, sehingga tidak mudah termakan hoaks,” ungkapnya.
Lanjut tantan, adapun strategi dari Diskominfo untuk meminimalisir hoaks, denga salah satu upayanya kemarin sudah membentuk Kelompok Informasi Masyarakat (KIM).
“Karena guna melawan hoaks itu tidak bisa oleh satu pihak saja, melainkan semua unsur harus terlibat dan masyarakat agar melek digital. Maka inisiatif kami melibatkan semua masyarkat dari tingkat bawah, mari bersama-sama kita minimalisir hoaks, karena dampaknya begitu berbahaya,” pungkasnya. (Iki/t)






