CIKOLE – Menjelang tahun baru Imlek, biasanya menjadi berkah bagi para pedagang pernak-pernik bernuansa merah ini. Tapi, di tahun ini mereka mengeluhkan sepinya pembeli.
Salah satu pedagang yang menjual pernak-pernik pelengkap tahun baru Imlek adalah Aldi Sanjaya(32).
Melapak di Jalan A Yani, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Aldi mengaku saat ini belum terjadi lonjakan jumlah pembeli. Dirinya memprediksi, lonjakan biasanya akan terjadi sekitar 14 hari menjelang Imlek.
“Pelanggan masih seperti biasa saat ini, belum ada lonjakan pembeli, biasanya sih ramainya sekitar 14 hari menjelang tahun baru Imlek ,”ujar Aldi kepada Radar Sukabumi,senin(29/1).
Adapun, pernak-pernik yang sering kali laris saat menjelang perayaan tahun baru Imlek adalah lampion, bunga Sakura dan tempelan yang terbuat dari kertas.
“Stok barang dagangan tetap diperbanyak lah, meski sekarang masih sepi kan nanti juga ramai,”terangnya.
Harga pernak-pernik Imlek yang dijual di sini bervariasi, sesuai ukuran. Misalnya saja lampion kecil di kios ini dijual seharga Rp75 ribu, lampion besar dibadrol seharga Rp400 ribu dan bunga Sakura mencapai harga Rp450 ribu.
“Kalau mendekati Imleknya biasa omzet meningkat, ya bisa mencapai 50 persen, apalagi dua hari menjelang Imlek,”imbuhnya.
Dirinya berharap penjualan di tahun ini, bisa meningkat lebih dari pada tahun-tahun sebelumnya. “Optimis saja, penjualan bisa meningkat dan barang cepat habis,”ulasnya.
Sementara itu, salah satu konsumen Nony(25) mengaku pernak-pernak Imlek tetap dibeli setiap tahun. “Iya kan kita pengen tampilan baru ya, jadi ya diganti. Tapi biasanya nanti kalau belanjanya pas mendekati hari H aja,”ucapnya.(Cr17/t)



