“Ya betul, memang rata-rata menggunakan ijazah sementara. Tapi itu tidak masalah karena pada ijazah sementara itu semua datanya sudah valid. Baru-baru ini informasinya sudah mulai banyak yang telah selesai,” akunya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi, Dikdik mengungkapkan, blanko Ijazah telah diserahkan kepada seluruh sekolah, baik SD maupun SMP sejak bulan lalu.
Namun demikian, terkait keterlambatan penyerahan ijazah kepada setiap peserta didik dirinya belum mengetahui persis. Walaupun demikian, dirinya juga memaklumi karena proses penulisan ijazah menggunakan tulisan tangah sehingga cukup menyita waktu. “Kami sudah serahkan ke semua sekolah SD dan SMP, dari seluruh sekolah yang ada lulusan pada tahun itu mencapai 12 ribu siswa,” pungkasnya. (upi/e)



