Pelaku UMKM di Kota Sukabumi Harus Beradaptasi dengan Medsos

UMKM kota Sukabumi
Puluhan peserta pendidikan dan pelatihan vokasi untuk UMKM, berbasis ekonomi digital yang memasuki angkatan VI

CIKOLE – Para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Sukabumi didorong untuk memaksimalkan media sosial untuk memperluas pemasaran produk.

Untuk itu, para UMKM ini wajib beradaptasi dengan Medsos yang saat ini menjadi salah satu tempat untuk menjajakan barang dagangannya di dunia maya. Harapannya dengan menguasai Medsos, akan semakin luas pemasaran dan omzet penjualan naik dan usaha makin berkembang.

Bacaan Lainnya

Upaya ini didorong melalui pendidikan dan pelatihan vokasi untuk UMKM, berbasis ekonomi digital yang memasuki angkatan VI di salah satu hotel di Kecamatan Cikole, belum lama ini. K

egiatan tersebut digagas Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumindag) Kota Sukabumi dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi.

“Saat ini strategi pemasaran menggunakan media digital dan teknologi untuk mempromosikan produk dan layanan. Untuk itu, pelatihan ini sangat penting bagi UMKM agar mengikuti zaman, “ujar Analis Kebijakan Ahli Muda pada Diskumindag Kota Sukabumi, Martin Wahyudi disela-sela penutupan pelatihan angkatan ke VI.

Menurut dia, melalui digital marketing pelaku usaha dapat mencapai sasaran lebih luas dan potensi pendapatan lebih banyak. Sebab, media sosial di zaman sekarang harus dijadikan alat untuk memasarkan produk karena tidak bisa dihindari.

“Perilaku manusia khususnya konsumen berubah serba ingin cepat, mudah dan gampang. Sehingga, opsi lewat digital marketing tidak bisa dihindarkan, terangnya.

Sebelumnya, Wali Kota Sukabumi membukan kegiatan pendidikan dan pelatihan vokasi untuk UMKM, berbasis ekonomi digital ke VI. Dikatakan Fahmi, UMKM ini merupakan penopang bencana sosial, apalagi dalam beberapa tahun kebelakang terjadi kemerosotan ekonomi, akibat pandemi covid.

Menurut Fahmi, para pelaku UMKM dituntu wajib menguasai digital untuk pengembangan usahanya. Sebab, jika tidak beradaptasi dengan teknologi, maka UMKM akan tertatih tatih. Transformasi teknologi ini tidak hanya dalam ekonomi melainkan dalam pendidikan dari manual base learning tatap muka menjadi digital dan pembelian kini melalui online.

“Kelebihan digital marketing diantaranya kecepatan penyebaran produk, kemudahan evaluasi, murah efektif dan membangun nama brand. Terakhir, dengan pelatihan ini UMKM Sukabumi harus melesat dari waktu ke waktu karena akan makin tumbuh dan berkembang,” terang dia.

Menurut Fahmi, kegiatan pendidikan dan pelatihan vokasi berbasis ekonomi digital ini, sebagai wujud keberpihakan pemerintah kepada para pelaku UMKM, sehingga bisa meningkatkan penjualan.

“Semuanya sudah serba digital. Saya pernah diajak ke salah satu universitas di Bandung. Di mana, di kampus tersebut sudah menjalankan pembelajaran digital. Hanya dengan menggunakan teknologi seperti kacamata, kita sudah bisa melihat pembelajaran secara langsung. Nah begitu pun dengan dunia usaha. Saat ini handphone bukan hanya sebagai alat komunikasi, melainkan menjadi alat produksi,” terangnya.

Diakui Fahmi, kegiatan ini bisa digelar karena kota mendapatkan prestasi dan diberikan hadiah reward berupa anggaran dari Pemprov Jabar. Di mana lanjut Fahmi, setelah berembug dalam rangka recovery ekonomi maka anggaran diarahkan pada pendidikan pelatihan, dan pendampingan untuk pelaku UMKM. Berharap UMKM tidak hanya bertahan di satu titik, melainkan harus bergerak dan melesat jadi ikon UMKM Jabar.

Sehingga lanjut Fahmi dipilih pelatihan agar UMKM makin sehat dan tumbuh serta berkembang. Ia menekankan peran penting UMKM, di mana jumlahnya kini mencapai 62 juta pelaku usaha yang meningkat jumlahnya di masa pandemi.

Sebab, ketika pandemi ada pegawai yang dirumahkan sehingga jadi pelaku UMKM. Namun harapannya ketika terjun ke usaha, maka jadikan pilihan bukan alternatif.

“UMKM sekarang ini tidak perlu ruang besar, sebagaimana perkantoran tidak harus di kantor. Yang paling penting kalau ingin UMKM meningkat melesat, maka kata kunci membangun desain promosi yang hebat karena tanpa promosi produk tidak mungkin dikenal,” ungkap Fahmi.

Fahmi menerangkan, saat ini pemasaran produk sifatnya tidak lagi door to door atau face to face namun sekarang digital. “Ingat teknologi dan zaman berubah dan tidak ada yang bisa menolak teknologi karena yang bisa dilakukan beradaptasi dengan teknologi, “imbuh dia.

Pengguna media digital terang Fahmi, per Januari 2023 dari total populasi penduduk Indonesia 276 juta yakni pengguna media HP sebanyak 353,8 juta. Hal ini menunjukkan pengguna HP lebih banyak karena rata-rata orang memiliki lebih dari satu HP.

Menurut data itu disebutkan, pengguna internet sebanyak 212 juta dan yang aktif di media sosial 167 juta. Kondisi ini menujukkan luar biasa percepatan media digital di Indonesia.

“Intinya dunia nyata dan dunia maya semakin tidak ada jarak. Kalau hanya sebatas alat komunikasi sudah ketinggalan zaman,” terangnya. (why)

Pos terkait