SUKABUMI- Sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, Ikatan Alumni Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Sukabumi (IKATSU UMMI) bersama Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil (HMTS) mendistribusikan bantuan kepada korban bencana di Kabupaten Sukabumi.
Ketua Ikatan Alumni Teknik Sipil UMMI, Ardi Ramdani mengatakan, pemberian bantuan ini merupakan wujud kepedulian dan kolaborasi antara alumni dan mahasiswa Teknik Sipil UMMI. Di mana, donasi tersebut dilakukan dengan memanfaatkan sumber daya yang ada. “Kami berupaya menggalang dana secara internal dari perusahaan-perusahaan yang dikelola oleh rekan-rekan alumni, seperti PT Arimba Buana Sakti, CV Nayanika Jaya, CV Greddy n Friends, CV Adhi Prima Consultant, serta rekan-rekan lainnya. Alhamdulillah, kami berhasil mengumpulkan 250 paket sembako yang kemudian disalurkan oleh adik-adik HMTS. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” ujar Ardi kepada Radar Sukabumi, Senin (9/12).
Ia menambahkan, pemberian donasi tersebut langsung dilakukan para alumni dan mahasiswa Teknik Sipil UMMI dengan terjun langsung ke lokasi bencana, tepatnya di Kecamatan Kalibunder Kabupaten Sukabumi. “Kita kirim paket sembako sekitar 250 untuk target 250 KK yang terdampak di daerah Kalibunder , untuk beberapa hari kedepan insya Allah akan dikirimkan teman-teman untuk ikut membantu pembersihan. Karena saat ini selain logistik perlu juga sumber daya manusia untuk mempercepat recovery,” tambahnya.
Disinggung soal sumber donasi yang terkumpul, Ardi mengaku akan mengoptimalkan dari internal. Hl itu untuk meningkatkan kekeluargaan dan kolaborasi antara alumni dan mahasiswa teknik sipil. Alhamdulillah kekompakan kita masih terjaga dan bisa memberikan bantuan untuk tahap pertama ini 250 paket sembako. Tetapi untuk open donasi dari adik adik himpunan masih tetap berjalan,” akunya.
Ia berharap, kegiatan ini bisa memacu solidaritas alumni dan mahasiswa UMMI lainnya, untuk saling membantu dalam kemanusiaan. Terlebih, hal tersebut sebagai implementasi nyata pengabdian masyarakat yang sudah diajarkan di kampus. “Kita juga tidak menutup kemungkinan menerima titipan bantuan dari fakultas lain atau orang di luar UMMI,” tambahnya.
Untuk diketahui, saat ini kondisi Kecamatan Kalibunder masih susah terjamah oleh relawan. Selain putusnya akses jalan ke sejumlah lokasi, kawasan tersebut juga mengalami pemadaman listrik hingga akses internet sulit dijangkau. Bantuan mendesak saat ini sangat dibutuhkan. Dari data yang diperoleh, sedikitnya ada 6 desa, 29 kampung yang terdampak bencana banjir, pergeseran tanah dan tanah longsor. (why)






