KOTA SUKABUMI

Pabrik Kripik Nyaris Gosong

×

Pabrik Kripik Nyaris Gosong

Sebarkan artikel ini

CITAMIANG– Tempat pengolahan kripik singkong yang berlokasi di di Jalan Assalam, Kampung Babakan Bandung RT 8/3 Kelurahan Nanggeleng, Kecamatan Citamiang nyaris hangus dilalap sijago merah. Beruntung, warga dan petugas pemadam kebakaran Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) Kota Sukabumi sigap hingga kobaran api yang membakar atap pabrik itu bisa dikendalikan.

Informasi yang dihimpun Radar Sukabumi, peristiwa tersebut terjadi pada Minggu malam (28/10) sekitar pukul 20:30 WIB. Api yang diduga berasal dari konsleting listrik ini diketahui warga sekitar saat api mulai terlihat pada atap tempat produksi kripik itu. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, hanya saja kerugian ditaksir mencapai belasan jutaan rupiah.

Bank bjb Tandamata

Kepala Seksi Pemadam Kebakaran BPBD Kota Sukabumi, Hendar Iskandarsyah mengatakan, usai menerima laporan kejadian kebakaran, pihaknya langsung menerjunkan dua unit mobil pemadam dan 10 personel pemadam kebakaran yang berhasil tiba di lokasi sekitar pukul 20.40 WIB.

“Pemadaman da pendinginan selesai sekitar sepuluh menit karena memang sebelumnya warga memadamkan dengan perlengkapan seadanya, pabrik ini tercatat milik bpak Uci. Sedangkan bangunan yang terbakar yakni mayoritas bagian atap yang materialnya berbahan kayu sehingga mudah terbakar,” jelasnya, kemarin (29/10).

Hasil pemeriksaan, penyebab kebakaran tersebut yakni berasal dari konsleting listrik yang merembet ke atap pabrik pengolahan kripik singkong itu. Saat kejadian tidak ada aktivitas, sehingga tidak ada korban jiwa hanya saja kerugian mencapi Rp 15 juta. “Tidak ada korban luka maupun jiwa, api memang cukup membakar sebagian besar atap karena mayoritas material di pabrik itu mudah terbakar,” sebutnya.

Dirinya juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada, terutama saat memasang instalasi listrik pada rumah ataupun bangunan lainnya. Gunakanlah material yang aman dan pasang oleh ahlinya sehingga tidak berakibat membahayakan. “Intinya, selalu periksa jaringan listrik, Gunakan perlengkapan yang aman, jika ada peristiwa secepatnya melapor untuk mempercepat penanganan,” tutupnya.

 

(upi)