“Karena kami juga merupakan bagian dari masyarakat yang membutuhkan bantuan dan perlindungan dalam menjalankan pekerjaannya,” cetusnya.
Hendra berharap, pemerintah dapat memperhatikan kondisi para pengemudi Ojol dan keputusan final terkait larangan membeli BBM bersubsidi tidak sampai merugikan Ojol.
“Kami siap untuk berdiskusi dan menemukan solusi terbaik bersama pemerintah. Kami akan terus memantau perkembangan isu ini serta bersiap untuk aksi jika aturan tersebut diterapkan,” pungkasnya. (bam/d)






