KOTA SUKABUMI

Nenek Stroke Tinggal Di Rumah Reot

×

Nenek Stroke Tinggal Di Rumah Reot

Sebarkan artikel ini

Bahkan, mirisnya, untuk melindungi keluarganya dari sengatan nyamuk dan dinginya angin malam, tempat tidur tersebut, hanya dikerudungi oleh samping. Tidak heran jika kondisi kesehatan keluarga Slamat juga sangat memprihatinkan.

“Kalau hujan suka bocor, dingin, jadi susah untuk tidur,” keluhnya.
Untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya, Slamat hanya bekerja sebagai tukang dagang cireng milik orang lain. Dalam sehari, ia hanya mendapatkan upah dari majikannya sebesar Rp30 sampai Rp40 ribu.

Bank bjb Tandamata

“Setiap hari saya hanya julan cireng ke setiap sekolah-sekolah. Bukan tidak niat untuk memperbaiki rumah. Tetapi kondisi ekonomi menjadi salah satu faktor utama, kesulitan bagi keluarga kami. Jangankan memperbaki rumah. Untuk keperluan makan dan sekolah anak saja sudah susah,” lirihnya.

Pihaknya sudah berulang kali melaporkan kondisi tersebut pada pemerintah setempat. Namun, entah alasan apa hingga saat ini, bantuan untuk pembangunan rumah tidak layak huni itu belum ada realisasinya. “Saya sudah mengajukan kepada RT, RW dan Keluarahan Karangtengah, katanya sudah di ACC, tapi belum ada pencairan dari pusatnya.

Sejak saya melaporkan, kondisi seperti ini, saya baru mendapatkan bantuan pada Mei 2017 lalu, dari Dinas Sosial Kota Sukabumi berupa terpal yang saya gunakan sebagai atap untuk melindungi air hujan dan panasnya matahari,” ucap Slamat sambil menunjukan terpal yang digunakan sebagai atap rumah.

Ketua RW 11, Muharrom, membenarkan bahwa di wilayahnya terdapat rumah tidak layak huni. Menurut Moharrom, pihaknya sudah berulang kali mengajukan permohonan untuk pembangunan rumah tidak layak huni tersebut kepada pemerintah Kelurahan Karangtengah.

“Kami sedang upayakan, katanya tahun ini anggarannya sudah tersedia. Namun, untuk masalah realisasinya kami tidak tahu,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, anggota DPRD Komisi III Kota Sukabumi Bidang Pendidikan, Kesehatan dan Ketenagakerjaan, Usep Ubaedillah, mendesak kepada pemerintah agar segera ditindak lanjuti perihal kondisi rumah warga yang tinggal di gubuk yang beralaskan tanah dan beratapkan terpal tersebut.

“Terutama kepada pihak yang berwenang dan kepada jajaran Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Gunungpuyuh, di mohon untuk segera di kroschek ke lokasi,” desaknya.

Sekertaris Daerah Kota Sukabumi, Hanafie Zain, setelah mengetahui adanya warga Kota Sukabumi yang tinggal di rumah tidak layak huni tersebut, pihaknya akan mengintruksikan kepada aparat pemerintahan agar dapat membantu kondisi Slamat.

“Insya Allah, besok akan saya cek ke rumah Slamat, untuk mengetahui kondisinya seperti apa di lapangan. Tapi yang jelas, kondisi seperti ini, harus ada jalan keluarnya,” tandasnya. (cr13/t)