“Ada beberapa teman saya yang sudah dua hari tidak mendapatkan penumpang. Jadi bingung saya dengan kondisi saat ini, disisi lain harus berupaya mencegah Covid-19 tetapi cara ini juga sangat berdampak terhadap perekonomian masyarakat,” ucapnya.
Hal senada diungkapkan, tukang becak lainnya Ukon (71) sejak adanya PPKM dalurat ini dampaknya sangat dirasakan terutama perekonomian.
“Saya sudah dua hari belum mendapat penumpang, sedangkan keluarga di rumah sangat menunggu. Dengan kondisi seperti ini, bagai mana mau dapat penumpang kalau aktivitas masyarakatnya di batasi,” ungkapnya.
Pihaknya meminta, selama PPKM darurat berlangsung pemerintah bisa memperhatikan nasib para tukang becak agar bisa menghidupi keluarganya.
“Kami udah pasrah dengan kondisi sekarang, bukan tidak mau alih profesi tetapi kalau dagang maupun bertani kami tidak punya buat modal. Mudah-mudahan pemerintah memberikan solusi untuk masyarakat kecil seperti kami ini,” pungkasnya. (bam/t)






