SUKABUMI — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, memastikan kesiapan dalam antisipasi kekurangan air bersih. Pasalnya, sesuai prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMLG) musim kemarau bakal terjadi mulai Juli hingga Oktober 2024 mendatang.
“Kami bersama PDAM dan PMI siap mensuplay air bersih dikala ada warga sudah terdampak kekurangan air bersih di musim kemarau ini,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Novian Rahmat Taufik kepada Radar Sukabumi, Kamis (15/8).
Kendati demikian, lanjut Novian, sejauh ini BPBD Kota Sukabumi belum berima adanya laporan warga yang kesulitan air bersih. “Ya, sampai saat ini kami belum mendapat laporan dari masyarakat lewat kelurahan akan kekurangan air bersih baik laporan secara tertulis maupun secara lisan,” ujarnya.
Adapun, sambung Novian, terkait masalah kebutuhan air ke pengairan pertanian hal itu merupakan tugas dari DPUTR bersama Dinas Pertanian dan sejauh ini sudah saling berkoordinasi juga untuk antisipasi.
“Kalau antisipasi kekeringan, kami yakin dinas terkait sudah saling berkoordinasi sehingga dapat meminimalisir hal yang dapat terjadi saat musim kemarau,” paparnya.
Menurutnya, saat musim kemarau penting bagi masyarakat untuk bersikap waspada dan menghemat penggunaan air bersih. Menjaga kebersihan lingkungan, tidak membakar sampah atau ilalang, serta melakukan penyimpanan air hujan agar dapat dimanfaatkan saat kekurangan air merupakan upaya yang dapat dilakukan masyarakat.
“Dengan kesiapan yang telah disiapkan diharapkan warga Kota Sukabumi dapat terhindar dari masalah kekurangan air bersih selama musim kemarau. Adanya koordinasi yang baik antar lembaga dan instansi terkait, juga dapat memaksimalkan upaya dalam mengantisipasi dampak dari musim kemarau yang diprediksi akan terjadi” bebernya.
Ia menambahkan, bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan atau informasi terkait kekurangan air bersih di wilayah Kota Sukabumi, dapat menghubungi BPBD atau instansi terkait untuk mendapatkan bantuan dan informasi yang diperlukan.
“Dengan kerjasama dan kesadaran bersama, diharapkan Kota Sukabumi dapat menghadapi musim kemarau ini dengan lebih baik dan minim dampak bagi warga,” tukasnya. (Bam)






