“Awalnya sih karena iseng yah coba-coba bikin usaha kue keringan kaya cistik yah waktu jualannya masih seputaran ibu-ibu di TK, lumayan sambil nunggu anak sekolah bisa sambil berjualan,” ucap Isma yang akrab dipanggil bunda ini kepada Radar Sukabumi, rabu(28/2).
Seiring berjalannya waktu, pelanggan kue Nonon semakin bertambah. Semakin menambah panjang daftar menu kue yang disediakan. Tidak hanya kue keringan, kue basah untuk boks pun kerap ia dagangkan.
Pesanannya pun tidak tanggung-tanggung. Mulai untuk hajatan, perorangan hingga acara dinas-dinas. Dalam sebulan, bisa menerima 2-3 kali orderan, masing-masing orderan 50 -100 pack.
“Kalau keitung untungnya sekitar Rp 1 jutaan per bulannya,” terang ibu tiga anak itu.
Soal harga, Isma pun menjual serba seribu. Dalam usaha rumahan tersebut keterampilan dalam membuat dan mendekor kue yang didapatkannya, bukanlah melalui kursus atau sekolah memasak. Tapi semua itu dipelajari secara otodidak.
Untuk pemasarannya, Bunda Isma memanfaatkan sarana media sosial (medsos) seperti Facebook dan WhatsApp (WA), sebagai sarana jitu penawaran usahanya. Ia melihat peluang bisnis melalui medsos sangat efektif. Lantaran hampir semua kalangan masyarakat di Kota Sukabumi dalam keseharianya, tidak terlepas dari dunia yang berbasis internet tersebut. Baik itu menggunakan BBM, Twitter, terutama sekali aktif berpromosi akun Facebook.
Berkat pemanfaatan medsos, kini pemilik usaha Nonon Chameel Saung Kuliners yang beralamat di Jalan Jendral Sudirman Gang Johar, Kota Sukabumi kini pelanggannya semakin bertambah. (*)




