KPK Warning Wajib Pajak

  • Whatsapp
BPKD Kota Sukabumi menggandeng KPK memberikan sosialisasi pajak daerah di Salah satu Hotel di Kota Sukabumi

KOTA SUKABUMI – Komisi Pencegahan Korupsi ( KPK) mengingatkan para Wajib Pajak untuk menyetorkan uang titipan pajak dari masyarakat kepada Pemerintah Daerah. Tentunya wajib pajak harus bisa memberikan laporan pendapatan secara transparan, kalau ada pemggelapan uang pajak itu merupakan korupsi.

” Pajak itu bukan pendapatan, akan tetapi uang titipan dari costumer yang harus dibayarkan ke pemerintah daerah. Kalau tidak menyertorkan itu termasuk korupsi, “ujar Ketua Tim Koordinasi Supervisi Pencegahan KPK Wilayah Tugas Jawa Barat, Tribudi Rohmanto,usai memberikan sosialisasi kepada wajib pajak di salah satu hotel di Kota Sukabumi, kemarin (20/11).

Bacaan Lainnya

Untuk itu, guna mengantisipasi kebocoran dalam pajak yakni dengan membangun komitmen semua pihak agar dapat transparan atau saling terbuka. Salah satu caranya dengan mengimplemintasikan alat rekan transaksi sebagai bukti keterbukaan antar WP dengan pemerintah.

” Apa yang dilaporkan harus merupakan transaksi yang sebenarnya. Sehingga Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Sukabumi dapat meningkat, “katanya.

Pihaknya pun sambung dia, akan terus mendorong agar transparansi dalam transaksi pajak dapat terlaksanakan. Satu diantaranya dengan meminta pemasangan alat perekam transaksi pajak pada 200 WP dari lima sektor pajak yang ada di Kota Sukabumi. ” Alat rekam transaksinya akan disediakan oleh bank BJB. mereka (BJB) sudah berkomitmen, “tambahnya.

Tri mengungkapkam, untuk PAD Kota Sukabumi saat ini dari nilai Rp360 miliar, paling besar Rp300 miliar pendapatan dari rumah sakit, pendapatan Kotanya sendiri hanya Rp60 miliar.

Apabila nilai pendapatan Kota Sukabumi setengahnya diasumsikan untuk lima jenis macam pajak yang memakai alat rekam transaksi, menjadi pertanyaan juga apakah benar hanya sebesar itu pendapat dari pajak-pajak tersebut .

“Makanya kami mendorong secepatnya agar alat rekam tersebut bisa terpasang ditahun depan. Sebab, dari 250 wajib pungut pajak yang ada, baru 10  yang sudah terpasang alat tersebut. Karena didaerah lain kami menargetkan 70 persen peningkatan untuk 5 sektor pajak, “imbuhnya.

Ditempat yang sama, Sekretariat Daerah (Sekda) Kota Sukabumi, Dida Sembada, mengatakan sebagai upaya mencegah terjadinya kebocoran pajak sektor Hotel maupun Restoran, pihaknya telah bekerjasama dengan Bank BJB dalam hal pemasangan Tipping box di setiap wajib Pajak (WP) ” Kemudian diantisipasi juga dengan adanya pajak online Kota Sukabumi (Pantas),” katanya.

Pemkot Sukabumi, berkomitmen dalam menerapkan dan memelihara sistem manajemen mutu layanan pendapatan. Dalam pengelolaan pajak, lanjut dia, Pemkot pun senantiasa mengefekfikan sistem manajemen mutu layanan prima kepada masyarakat.

“Kami berharap pengusaha sebagai WP dapat kooperatif dalam pengelolaan uang pajak titipan konsumen. Tentunya hal tersebut untuk membangun Kota Sukabumi menjadi lebih baik,” tandasnya.

Sementara itu Kabid Pendataan dan Penetapan BPKD Kota Sukabumi Rakhman Gania Kusuma menambahkan, dengan mendatangkan narasumber dari KPK sendiri untuk menjelaskan kepada wajib pajak, bahwa terjadinya kebocoran pajak itu bisa saja terjadi di kedua belah pihak, antara wajib pungut pajak dan pengelola pajak.

Jangan sampai wajib pajak melakukan pelaporan kecil sehingga pajak yang dibayarkan menjadi kecil.”KPK disini memberikan pemahaman bahwa tindakan korupsi tersebut bisa terjadi dari sisi wajib pajak, “terang Rahman.

Selain itu juga lanjut Rakhman kegiatan ini untuk meningkatkan optimalisasi pendapatan dari sektor pajak di Jawa Barat, Kota Sukabumi.

Sebagai contoh untuk peningkatan 5 sektor pajak, mulai dari pajak parkir, restoran, hotel, hiburan dan reklame, sudah dipasang alat rekam tersebut yang ditempatkan ditiga sumber pajak utama, Hotel, Restoran dan parkir.

“Kita telah mendapatkan bantuan CSR dari BJB untuk tapping box, saat ini baru 10 yang terpasang. Dan di tahun depan BJB akan meningkatkan pemasangan tapping box tersebut,”pungkasnya. (bal)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *