Tak hanya unggul secara teknis, SPADA SANTUN juga mengusung nilai-nilai humanis. “‘Spada’ berarti menyapa, ‘Santun’ berarti ramah. Ini mencerminkan bahwa modernisasi pelayanan tetap menjunjung tinggi etika dan keramahan,” tambah Galih.
Dengan keikutsertaan dalam IGA 2025, Kota Sukabumi ingin membuktikan bahwa inovasi bukan monopoli kota besar. “Jika inovasi adalah arena kompetisi, Sukabumi hadir sebagai pemain utama, bukan sekadar penonton,” tegas Galih.(bam/d)




